Logo

Salah Pilih Sepatu Bisa Membuat Kaki Cepat Lelah

Sepatu yang nyaman bukan hanya soal penampilan, tetapi tentang memberi kaki ruang untuk bergerak dengan baik.
Reporter:,Editor:

Sabtu, 26 September 2026 00:00 UTC

Salah Pilih Sepatu Bisa Membuat Kaki Cepat Lelah

Ilustrasi: Kaki Juga Butuh Jeda. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Kesehatan kaki sering luput dari perhatian sampai rasa pegal mulai mengganggu aktivitas. Salah memilih sepatu dapat membuat kaki cepat lelah, terutama ketika dipakai berjalan, berdiri, atau berpindah tempat sepanjang hari.

Masalah ini terlihat sederhana karena rasa tidak nyaman biasanya menghilang setelah sepatu dilepas. Namun, kaki merupakan bagian penting dari sistem gerak yang menopang tubuh ketika berdiri dan berjalan.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan sekitar 1,71 miliar orang hidup dengan kondisi muskuloskeletal secara global. Sekitar 369 juta di antaranya berada di kawasan Asia Tenggara. Gangguan muskuloskeletal juga menyumbang sekitar 17 persen dari seluruh years lived with disability secara global. 

Angka tersebut tentu tidak berarti semuanya disebabkan sepatu. Namun, data itu menunjukkan besarnya persoalan yang berkaitan dengan sistem gerak, termasuk otot, tulang, sendi, dan jaringan penunjangnya.

 

Salah Pilih Sepatu Mengubah Cara Kaki Bekerja

Sepatu idealnya mengikuti kebutuhan aktivitas. Sepatu untuk perjalanan singkat tentu menghadapi beban berbeda dibanding alas kaki yang digunakan berjalan berjam-jam.

Ukuran yang terlalu sempit dapat membuat jari kaki terdesak. Sebaliknya, sepatu terlalu longgar membuat kaki lebih mudah bergeser sehingga tubuh harus terus menyesuaikan pijakan.

Bentuk bagian depan sepatu juga penting. Ruang jari yang terlalu sempit dapat mengurangi kenyamanan, terutama ketika kaki sedikit membesar setelah banyak berjalan atau berdiri.

Masalah lain datang dari kebiasaan membeli sepatu berdasarkan ukuran yang biasa digunakan tanpa mencobanya kembali. Bentuk setiap model dapat berbeda meski angka ukurannya sama.

Karena itu, rasa nyaman saat mencoba tetap penting. Kaki sebaiknya tidak terasa terjepit, tumit tidak mudah terangkat, dan langkah tetap terasa alami.

 

Kaki Cepat Lelah Bukan Sekadar Masalah Orang Aktif

Aktivitas fisik masyarakat Indonesia memberikan konteks menarik. Survei Kesehatan Indonesia atau SKI 2023 mencatat 62,6 persen penduduk usia minimal 10 tahun berada dalam kategori aktivitas fisik cukup.

Kementerian Kesehatan menggunakan patokan aktivitas fisik sedang sedikitnya lima hari dalam seminggu dengan rata-rata minimal 150 menit per minggu. Sementara itu, 48,7 persen responden yang tidak beraktivitas fisik menyebut keterbatasan waktu sebagai alasannya. 

Artinya, kebutuhan alas kaki nyaman bukan hanya milik orang yang rutin olahraga. Pekerja yang berdiri lama, pengguna transportasi umum, petugas lapangan, hingga orang yang sering berjalan di pusat perbelanjaan juga membebani kaki setiap hari.

Rasa lelah bisa semakin terasa ketika sepatu tidak sesuai fungsi. Sepatu yang tampak menarik untuk acara singkat belum tentu nyaman digunakan untuk perjalanan yang melibatkan ribuan langkah.

Pilihan paling masuk akal adalah menyesuaikan alas kaki dengan agenda. Kenyamanan untuk aktivitas panjang sebaiknya mendapat porsi pertimbangan lebih besar daripada sekadar mengikuti tren.

 

Perhatikan Sinyal Kecil dari Kaki

Lecet yang terus muncul di lokasi sama patut diperhatikan. Begitu pula rasa tertekan pada jari, tumit yang sakit, kuku yang sering bergesekan, atau telapak yang cepat terasa tidak nyaman.

Tubuh sering memberikan sinyal sederhana sebelum gangguan menjadi lebih mengganggu. Mengganti kaus kaki, mengurangi durasi penggunaan sepatu tertentu, atau beralih ke model yang lebih sesuai dapat menjadi langkah awal.

Perhatian ekstra dibutuhkan oleh orang dengan diabetes. SKI 2023 menunjukkan prevalensi diabetes pada penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas mencapai 11,7 persen berdasarkan pemeriksaan gula darah. Angka berdasarkan diagnosis dokter pada kelompok usia tersebut jauh lebih rendah, yakni 2,2 persen. 

Kesenjangan itu penting karena sebagian orang mungkin belum mengetahui kondisi gula darahnya. Pada diabetes, komplikasi dapat melibatkan sistem saraf dan pembuluh darah. Data Kementerian Kesehatan juga mencatat neuropati pada 43,71 persen pasien diabetes yang menjadi rujukan data komplikasi di RSCM pada 2023, sementara penyakit arteri perifer tercatat 8,5 persen. Data fasilitas tersebut tidak mewakili prevalensi seluruh penduduk Indonesia, tetapi menggambarkan alasan kesehatan kaki perlu mendapat perhatian pada kelompok berisiko. 

Luka, perubahan warna, mati rasa, bengkak, atau nyeri yang menetap sebaiknya tidak hanya disiasati dengan mengganti sepatu. Kondisi seperti itu layak diperiksakan kepada tenaga kesehatan.

 

Sepatu Nyaman Dimulai dari Kebiasaan Memilih

Tidak ada satu jenis sepatu yang cocok untuk seluruh orang dan aktivitas. Bentuk kaki, medan, durasi pemakaian, pekerjaan, hingga kebiasaan berjalan membuat kebutuhan setiap orang berbeda.

Saat membeli sepatu, coba berjalan beberapa langkah dan rasakan bagian tumit serta jari. Jangan mengandalkan asumsi bahwa sepatu sempit pasti akan menjadi nyaman setelah sering dipakai.

Kaus kaki juga perlu disesuaikan. Bahan yang terlalu lembap atau ukuran yang mudah bergeser dapat menambah gesekan selama perjalanan panjang.

Sepatu yang digunakan setiap hari pun perlu diberi kesempatan untuk kering. Kondisi bagian dalam yang terus lembap dapat mengurangi kenyamanan dan memunculkan aroma tidak sedap.

Kebiasaan sederhana ini relevan karena kesehatan sistem gerak berpengaruh langsung terhadap mobilitas. WHO mencatat kondisi muskuloskeletal mencakup lebih dari 150 penyakit atau gangguan dan dapat membatasi kemampuan seseorang bergerak serta menjalankan aktivitas sehari-hari. 

Kesehatan kaki pada akhirnya tidak membutuhkan perhatian hanya ketika muncul rasa sakit. Memilih sepatu sesuai aktivitas, mengenali sinyal tubuh, dan memberi kaki waktu beristirahat merupakan kebiasaan kecil yang mudah diterapkan.

Sepatu yang bagus bukan yang paling mahal atau paling populer. Untuk aktivitas sehari-hari, pilihan yang memberi ruang bagi kaki bergerak nyaman sering kali jauh lebih berharga.