Tak Terima Disebut Banser Idiot Ansor Datangi FPI Sidoarjo

Reporter

Jatimnet

Senin, 27 Agustus 2018 - 18:54

JATIMNET.COM, Sidoarjo – Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Sidoarjo, Minggu, 26 Agustus 2018, malam bergerak mengelilingi tempat tinggal Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kecamatan Waru.

GP Ansor melakukan itu lantaran tidak terima setelah mendengar dan melihat sebuah vlog yang sempat viral di akun media sosial (medsos).

Vlog itu dilakukan oleh seorang musisi asal Surabaya, Ahmad Dhani . Dalam vlog itu Dhani mengaku kalau dikepung oleh pihak kepolisian dan organisasi masyarakat (Ormas).

Sehingga, dirinya tidak bisa keluar dari dalam Hotel Majapahit Surabaya. “Tidak bisa keluar hotel, ditahan polisi, dan didemo disitu (depan Hotel Majapahit) diperkirakan 100 orang. Biasa yang dikepung itu Presiden atau Kapolri,” kata Dhani dalam vlognya.

“Ini malah musisi yang tidak punya backing polisi, tentara, kita ini opisisi kan. Yang mendemo membela penguasa, kan itu lucu. Ini idiot…idiot. Mendemo yang tidak berkuasa,” kata Dhani lagi.

Namun, di sela vlog itu ada yang mengatakan “ Banser idiot “. Diduga suara tersebut berasal dari salah seorang yang kebetulan saat itu bersama Ahmad Dhani. Orang tersebut diduga diketahui Ketua Front Pembela Islam (FPI), berpawakan mempunyai rambut panjang.

Hal itu, membuat beberapa Banser dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Sidoarjo langsung bergerak melakukan pemantauan tempat tinggal Ketua FPI di daerah Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, saat dikonfirmasi membenarkan, adanya kegiatan dari GP Ansor. Meski demikian, dia sudah mengintruksikan, meminta anggotanya untuk tenang, mengingat insiden lokasi vlog itu di Surabaya. Disamping itu, pihaknya juga masih koordinasi dengan Pimpinan Banser Pusat.

“Lokasi kejadian di Surabaya, maka kasus ini telah berkoordinasi dengan lembaga bantuan hukum (LBH) Surabaya. Namun sampai saat ini masih belum dipastikan langkah selanjutnya, apakah dimasukkan ke ranah hukum atau tidak,” kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, saat dihubungi Jatimnet.com, Senin, 27 Agustus 2018.

Hal itu dilakukan, lanjut Rizza, karena pihaknya untuk menjaga supaya tidak ada kesalahpahaman dan mengundang perpecahan konflik di tengah masyarakat. “Selain itu kami juga sambil menunggu intruksi dari Ketua Umum GP Ansor (Yaqut Cholil Qoumas),” ujar dia.

Baca Juga

loading...