IMF World Bank, Jokowi Ingin Investasi Singapura di Kendal Direplikasi

Bruriy Susanto

Kamis, 11 Oktober 2018 - 12:47

JATIMNET.COM, Bali – Presiden Joko Widodo ingin investasi Singapura di Kendal yakni Kendal Industrial Park dapat direplikasi di provinsi-provinsi lain di Indonesia.

BACA JUGA : INI DANA YANG DIINCAR INDONESIA DALAM PERTEMUAN IMF-WB

“Untuk kerja sama ekonomi yang berkaitan dengan investasi tadi, kita sudah berbicara mengenai Investasi di Kendal, saya kira progressnya sangat bagus dan kita berharap agar kawasan industri seperti di Kendal bisa dibangun di provinsi lain,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam “annual leaders retreat” dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di sela pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dia Bali, dikutip Antara, Kamis, 11 Oktober 2018.

Presiden mengatakan, sebelumnya hal tersebut telah dibahas secara khusus dengan PM Lee, namun ia kemudian merasa perlu memaparkannya kembali kepada rombongan delegasi kedua negara dalam pertemuan itu.

BACA JUGA : INI BANTAHAN SRI MULYANI TERKAIT PERTEMUAN IMF-WORLD BANK

Ia menekankan, investasi Singapura di Kendal perlu untuk direplikasi di provinsi lain. “Ada tadi juga disampaikan oleh PM Lee bahwa di kawasan-kawasan di Kendal juga memerlukan insentif khusus terutama untuk pajak, tax holiday,” katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga berjanji akan adanya insentif yang memudahkan investor untuk menanamkan modalnya di kawasan industri.

“Dan kita berharap hal-hal lain yang tadi kita bicarakan mengenai bilateral ‘swap’ juga segera dan sudah disetujui oleh PM Lee dan akan segera akan kita realisasikan,” katanya.

BACA JUGA : AP I SIAPKAN 5 BANDARA ALTERNATIF SAMBUT IMF 2018

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong dan Presiden Joko Widodo meresmikan Kawasan Industri Kendal (KIK) Jawa Tengah pada 2016.

Kawasan tersebut menampung puluhan perusahaan asal Singapura dan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Dalam pertemuan di Bali, baik Presiden Jokowi maupun PM Lee tampak sangat santai dan banyak berbincang secara informal.

Keduanya membahas berbagai hal terkait tindak lanjut kerja sama dan realisasi investasi kedua negara.

Baca Juga

loading...