JATIMNET.COM, Surabaya – Dua dari tiga atlet paralayang Jawa Timur yang mengikuti kejurnas cross country yang sempat dikabarkan jadi korban gempa di Sulawesi Tengah telah ditemukan.

BACA JUGA : DUA WARGA SUKABUMI KORBAN TSUNAMI PALU DITEMUKAN SELAMAT

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan bahwa dua atlet yang dinyatakan selamat adalah Reza Cristanto asal Kota Malang dan Serda Fahmi yang juga anggota TNI AU Abdulrachman Saleh.

“Dua (atlet) sudah ketemu. Masih belum ketemu satu lagi. Mohon doanya ya,” kata Gubernur Jatim Soekarwo usai peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Negara Grahadi, Senin 1 Oktober 2018.

BACA JUGA : PETUGAS ATC MENINGGAL JADI KORBAN GEMPA PALU

Atlet yang masih belum diketahui keberadaannya adalah Ardy Kurniawan, atlet senior asal Songgokerto, Kota Batu, Jawa Timur.

Menurut Soekarwo, tiga atlet asal Kota Batu tersebut berangkat ke Palu untuk mengikuti kejuaraan Cross Country Paralayang 2018 memperingati Hari Jadi Kota Palu.

Total ada 11 atlet bersama pelatih asal Jatim yang berada di Kota Palu dan menginap di Hotel Roa-Roa. Hotel tersebut dilaporkan runtuh saat terjadi gempa bumi bermagnitudo 7,4 yang disertai tsunami pada 26 September 2018.

BACA JUGA : GEMPA-TSUNAMI PALU, JUMLAH KORBAN MENINGGAL MENCAPAI 1.203 ORANG

Lebih lanjut, Soekarwo juga mengatakan Pemprov Jatim akan mengirimkan bantuan berupa tenaga medis dan uang sebesar Rp 5 miliar untuk korban gempa di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Sesuai permintaan Pak Mendagri (Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo), Pemprov Jatim mengirim bantuan uang senilai Rp 5 miliar untuk gempa di Kota Palu dan Donggala,” lanjut pria yang akrab disapa pakde Karwo itu.

Selain itu, Pemprov Jatim juga siap untuk mengirimkan bantuan tenaga medis yaitu dokter serta dokter spesialis orthopedi. Saat ini, sudah ada advance group (tim ahli dan observasi untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan di lokasi gempa) berangkat ke Sulawesi Tengah untuk mendata kebutuhan yang diperlukan para pengungsi.

 

Di lokasi yang sama, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman mengatakan sudah menyiagakan 1.500 personel TNI untuk ikut membantu penanganan korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

“Kalau memang ada perintah dari Mabes TNI kami siap berangkat ke tempat bencana untuk membantu,” tegasnya.