Logo

Tak Hanya Mahasiswa, Dua Dosen Unej Ikut Suarakan Kritik di Depan DPRD Jember

Kecam militerisme hingga kinerja 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran
Reporter:,Editor:

Jumat, 30 October 2026 10:03 UTC

Tak Hanya Mahasiswa, Dua Dosen Unej Ikut Suarakan Kritik di Depan DPRD Jember

Dosen dan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unej, Ikwan Setiawan (berdiri di atas mobil) saat menyuarakan kritik melalui puisi karya WS Rendra dan Wiji Thukul. Foto: Rio/Jatimnet

JATIMNET.COM, Jember – Dua dosen Universitas Jember (Unej) bergabung dalam aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor DPRD Jember, Jumat, 30 Oktober 2026. Keduanya ikut menyuarakan kritik terhadap berbagai persoalan pemerintahan bersama ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

Dua dosen tersebut adalah Dr. Ikwan Setiawan, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Budaya Unej, dan Dr. Muhammad Iqbal, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unej.

Dalam aksi yang digelar Aliansi Mahasiswa Indonesia Sadar itu, Ikwan menyampaikan kritik melalui pembacaan puisi karya WS Rendra dan Wiji Thukul. Sementara itu, Iqbal menyampaikan orasi yang menyoroti kondisi pemerintahan dan tuntutan masyarakat.

Dosen FISIP Unej, Muhammad Iqbal saat ikut beroroasi bersama mahasiswa dalam aksi mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo, Jumat, 30 Oktober 2026. Foto: Rio/Jatimnet

"Kita unjuk rasa saat ini turun hujan. Artinya, ini sama dengan saat ini, pemerintah harus turun," ujar Iqbal di tengah aksi.

Demonstrasi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Jember bergerak dari kawasan Double Way Unej menuju Kantor DPRD Jember di Kecamatan Sumbersari.

Kehadiran dua dosen tersebut menjadi salah satu sorotan dalam demonstrasi yang diikuti ratusan peserta. Mereka bergabung dengan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan.

BACA: Dari Ketidakadilan hingga Menguatnya Militerisme: 2 Tahun Prabowo-Gibran Disorot Mahasiswa Jember 

Aksi tersebut juga menjadi ruang bagi kalangan akademisi untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Keterlibatan dosen dalam demonstrasi memperlihatkan bahwa sejumlah persoalan yang diangkat mahasiswa turut menjadi perhatian kalangan perguruan tinggi.

Selain melibatkan dua dosen Unej, demonstrasi itu membawa 18 tuntutan yang dihimpun dari keresahan mahasiswa dan elemen masyarakat. Aspirasi tersebut mencakup enam sektor, yakni pendidikan, lingkungan, demokrasi dan hak asasi manusia, politik kebijakan, ekonomi, serta kesehatan.