Sabtu, 24 October 2026 00:00 UTC

Pembukaan Local Media Summit (LMS) yang digelar suara.com bersama International Media Support (IMS) dan diikuti ratusan perwakilan pengelola media lokal se-Indonesia di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. Foto: ND.Nugroho/Jatimnet.
JATIMNET.COM, Jakarta – Media lokal didorong tidak hanya mengandalkan trafik pemberitaan untuk bertahan di tengah perubahan digital.
Penguatan komunitas, kepercayaan publik, dan inovasi sumber pendapatan menjadi bagian penting dalam membangun industri media yang mandiri dan berkelanjutan.
Hal itu mengemuka dalam penyelenggaraan Local Media Summit (LMS) 2026 yang digelar Suara.com bersama International Media Support (IMS), organisasi nirlaba asal Denmark yang mendukung kebebasan pers, di Manhattan Hotel Jakarta, 22–23 Oktober 2026.
Kemenko Perekonomian Apresiasi LMS 2026
Pada hari kedua, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Haryo Limanseto, hadir mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum tersebut.
“Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi kepada Suara.com dan International Media Support (IMS) atas penyelenggaraan forum ini sebagai wadah kolaborasi dan memperkuat ekosistem industri media lokal yang mandiri dan berkelanjutan,” papar Haryo.
Menurut dia, tema LMS 2026, Beyond Reach: From Discovery to Community, Trust and Sustainability, relevan dengan perkembangan digital.
Media lokal dinilai memiliki peluang memperluas promosi produk UMKM, pariwisata, dan potensi daerah melalui pemasaran digital, produksi konten kreatif, serta kegiatan komunitas.
“Dengan 235 juta pengguna internet pada 2026, media lokal tentu berpeluang memperluas promosi produk UMKM-nya, pariwisata, dan potensi keunggulan daerah. Kemitraan dapat dikembangkan melalui pemasaran digital, produksi konten kreatif, dan kegiatan komunitas sebagai sumber pendapatan baru dari media lokal,” lanjutnya.
Haryo berharap forum tersebut menghasilkan kolaborasi konkret untuk memperkuat kemandirian media lokal sekaligus meningkatkan daya saing industri media dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
CEO sekaligus Editor-in-Chief Suara.com, Suwarjono, menjelaskan LMS merupakan kegiatan tahunan yang berlangsung sejak 2022. Forum ini dirancang untuk membantu jurnalis dan media lokal berkembang melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.
“Kami menggelar berbagai workshop, training, coaching, juga masuk ke level media-media newsroom,” kata Suwarjono saat pembukaan LMS 2026, Kamis, 22 Oktober 2026.
Tantangan Media di Era Digital
Sejumlah sesi LMS 2026 membahas tantangan media dalam mengelola konten, menjaga kredibilitas, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Yekti Hesti Murti dari UNESCO mengangkat isu kebebasan berekspresi, kebebasan pers, keselamatan jurnalis, serta pengembangan media.
Ia juga menyoroti ujaran kebencian atau hate speech yang dapat menyasar gender, ras, etnis, hingga identitas sosial. “Hate speech dapat mengancam perdamaian dalam kehidupan sosial,” tandas Hesti.
Sementara itu, Direktur Eksekutif SAFEnet, Nenden Sekar Arum, mengingatkan pentingnya perlindungan aset digital bagi kreator konten muda agar hasil kerja mereka tidak mudah diretas atau disalahgunakan pelaku kejahatan siber.
Head of Tech Development Suara.com, Andrei Bhayu, membahas adaptasi dari search engine optimization (SEO) menuju generative engine optimization (GEO). Perubahan ini dinilai membuka peluang pengembangan layanan konsultasi visibilitas digital dan pendampingan bagi klien.
LMS 2026 juga mengangkat masa depan media anak muda. Dalam sesi Youth Media in the Future of Sustainable Information Ecosystem, Yodan Pranata, Founder The Tribes, menekankan pentingnya identitas dan standar kerja jurnalistik agar media anak muda tidak menjadi saluran penyebaran hoaks.
Sementara itu, Arif Budianto, Founder Indonesia Social Media Network (ISMN) mendorong pelaku media agar tidak takut bertransformasi dan berkolaborasi. Ia juga merangkul homeless media untuk mendapatkan edukasi jurnalistik dan memperkuat ekosistem informasi yang kredibel.
Relasi dan Komunitas Jadi Penopang Bisnis
Direktur Bisnis Berita Jatim, Saptini Darmaningrum, menekankan pentingnya menjaga relasi dengan komunitas, pelaku industri, pemerintah, dan klien.
Trafik media daring dapat berubah sewaktu-waktu sehingga hubungan bisnis dan kerja sama menjadi salah satu penopang keberlanjutan media.
Pandangan tersebut sejalan dengan pembahasan dalam konferensi penutup bertajuk Beyond Media Business: Innovative Local Wisdom Revenue Model.
Sejumlah pemimpin media daerah berbagi pengalaman mengembangkan kanal distribusi di luar situs web, termasuk melalui media sosial dan kegiatan komunitas.
Para pembicara menyoroti perubahan kebutuhan pengiklan. Selain trafik, pengiklan juga mempertimbangkan profil audiens, kedekatan komunitas, serta relevansi media dengan produk yang dipasarkan.
Pengembangan bisnis pun tidak berhenti pada publikasi berita. Media dapat memperluas layanan melalui penyelenggaraan acara dan kegiatan komunitas untuk membangun hubungan dengan audiens sekaligus membuka sumber pendapatan baru.
LMS 2026 Dorong Kolaborasi Media Lokal
Selain konferensi dan diskusi, LMS 2026 menghadirkan Pitch Youth Media yang menampilkan empat kelompok media muda dengan beragam fokus, mulai dari politik, perawatan satwa, hingga informasi lalu lintas.
Melalui berbagai sesi tersebut, LMS menjadi ruang bagi media lokal dan media anak muda untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta menjajaki peluang kolaborasi.
Keberlanjutan media, sebagaimana mengemuka dalam forum ini, tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya skala usaha, tetapi juga kemampuan beradaptasi, menjaga kredibilitas, dan membangun kepercayaan audiens.
