Logo

Peringati Sumpah Pemuda, PDIP Jember Ajak Gen Z Melek Politik Lewat Film “Bapak Paling Jujur"

Reporter:,Editor:

Rabu, 28 October 2026 15:11 UTC

Peringati Sumpah Pemuda, PDIP Jember Ajak Gen Z Melek Politik Lewat Film “Bapak Paling Jujur"

Suasana nobar film "Bapak Paling Jujur" yang digelar PDIP Jember dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Foto: Rio/Jatimnet

JATIMNET.COM, Jember — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember memanfaatkan momentum Hari Sumpah Pemuda untuk mengenalkan politik kepada generasi muda melalui film. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk nonton bareng (nobar) film Bapak Paling Jujur di Kota Cinema Mall, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, Rabu malam, 28 Oktober 2026.

Nobar tersebut menjadi bagian dari Merah Muda Fest yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan secara nasional. Melalui kegiatan ini, partai berlambang banteng moncong putih tersebut berupaya menyampaikan pendidikan politik dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan generasi Z (Gen Z).

Ketua DPC PDI Perjuangan Jember Widarto mengatakan, pendidikan politik merupakan salah satu tugas partai yang harus terus dijalankan. Menurutnya, pendekatan kepada generasi muda perlu menyesuaikan karakter dan minat mereka agar pesan politik lebih mudah diterima.

"Karenanya, pendidikan politik di hari ini tentu harus dikemas dengan cara yang lebih menyenangkan, lebih menggembirakan. Maka kami lakukan dengan nobar film pada malam hari ini," kata Widarto.

Ia menilai, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah perubahan di tengah masyarakat. Karena itu, Widarto mengingatkan anak muda agar tidak bersikap apatis terhadap politik dan berani mengambil bagian dalam kehidupan publik.

"Kami memberikan perspektif bahwa Gen Z, teman-teman muda, tidak boleh apatis terhadap politik. Kekuatan kita ada di teman-teman Gen Z," ujarnya.

Menurut Widarto, partisipasi politik tidak harus diwujudkan melalui cara-cara konvensional. Generasi muda dapat menyampaikan gagasan, memberikan kritik, serta ikut mengawasi jalannya pemerintahan.

Ia juga menyinggung peran generasi muda di sejumlah negara yang turut mendorong perubahan. Namun, Widarto menegaskan bahwa keterlibatan anak muda perlu diarahkan pada perubahan positif, bukan tindakan destruktif.

"Karenanya, mari Gen Z kita berikan pendidikan politik agar mereka sadar politik. Tidak apatis terhadap politik, pada saat yang sama mereka berpolitik dengan cara yang cerdas, dengan cara yang santun," tuturnya.

Widarto berharap pendidikan politik dapat membentuk generasi muda yang kritis sekaligus mampu menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab. Ia juga menilai partai politik, wakil rakyat, dan pemerintah perlu menerima kritik dari anak muda sebagai bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan amanah publik.

Pandangan tersebut juga berkaitan dengan pesan kejujuran dan tanggung jawab politik yang menjadi bahan refleksi dalam film Bapak Paling Jujur. Salah satu penonton, Barkah, menilai film tersebut menghibur sekaligus memberinya kesempatan untuk lebih mengenal persoalan politik di Indonesia.

Reporter: Fauzan Arif Satrio