Rabu, 28 October 2026 14:40 UTC

Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto saat berdiskusi dengan para Gen Z usai nobar film "Bapak Paling Jujur" pada Rabu, 28 Oktober 2026. Foto: Fauzan Arif Satrio/Jatimnet
JATIMNET.COM, Jember — Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto menilai kritik dari generasi muda penting untuk mengawasi partai politik, wakil rakyat, dan pemerintah dalam menjalankan amanah masyarakat. Ia juga menekankan kejujuran sebagai prinsip yang harus dijaga dalam kehidupan politik.
Pandangan tersebut disampaikan Widarto saat kegiatan nonton bareng (nobar) film Bapak Paling Jujur yang digelar DPC PDI Perjuangan Jember di Kota Cinema Mall, Kecamatan Kaliwates, Rabu malam, 28 Oktober 2026. Kegiatan itu merupakan bagian dari Merah Muda Fest dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Widarto mengatakan, partai politik dan pemerintah perlu membuka ruang bagi generasi Z (Gen Z) untuk menyampaikan kritik. Menurutnya, masukan dari anak muda menjadi salah satu cara untuk mengawal pelaksanaan tanggung jawab para pemegang amanah rakyat.
BACA: Peringati Sumpah Pemuda, PDIP Jember Ajak Gen Z Melek Politik Lewat Film “Bapak Paling Jujur"
"Kami yang ada di partai politik, kami yang ada di wakil rakyat, kami yang ada di pemerintahan tentu harus mendapatkan kritik dari teman-teman Gen Z," tegas alumnus Ilmu Sejarah Universitas Jember ini.
Widarto menambahkan, film Bapak Paling Jujur memberikan perspektif dan bahan refleksi bagi kalangan politik, termasuk internal PDI Perjuangan. Pesan yang muncul dari film tersebut, menurut Widarto, dapat menjadi pengingat agar para pemegang amanah rakyat menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
"Nah, di dalam film tadi tentu itu masukan yang luar biasa buat kami. Kritik buat kami biar menjalankan amanah rakyat dengan sebaik-baiknya," paparnya.
Bagi Widarto, kejujuran dan keterbukaan terhadap kritik perlu berjalan beriringan. Ia juga mendorong generasi muda agar tidak menjauh dari politik, tetapi ikut mengawasi kebijakan dan menyampaikan pendapat secara cerdas serta santun.
BACA: PDIP Jember Rangkul Gen Z dan Gen Alpha, Media Sosial Jadi Senjata Politik Menuju 2029
"Karenanya, mari Gen Z kita berikan pendidikan politik agar mereka sadar politik. Tidak apatis terhadap politik, pada saat yang sama mereka berpolitik dengan cara yang cerdas, dengan cara yang santun," tuturnya.
Dorongan tersebut sejalan dengan upaya DPC PDI Perjuangan Jember mengenalkan politik kepada anak muda melalui pendekatan yang lebih menyenangkan, salah satunya lewat pemutaran film. Dalam kegiatan yang sama, Widarto menegaskan pentingnya pendidikan politik agar Gen Z memahami peran mereka dalam kehidupan publik.
Pendekatan melalui film juga mendapat tanggapan dari penonton. Barkah menilai Bapak Paling Jujur menyajikan persoalan politik dengan sentuhan komedi yang menghibur sekaligus memberinya bahan pembelajaran tentang situasi di Indonesia.
Reporter: Fauzan Arif Satrio
