Surabaya Dapat Aset Bangunan Eks Sekolah Taman Siswa

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 16 Mei 2019 - 16:59

JATIMNET.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapatkan aset berupa bangunan bekas milik asing yakni SMP/SMA Taman Siswa di Jalan Genteng Kali No 10 Surabaya.

Bekas bangunan milik Cina ini diserahkan langsung oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Republik Indonesia Bidang Penyelesaian Status Kepemilikan Aset di Ruang Kerja Wali Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan memanfaatkan aset tersebut untuk museum pendidikan, rumah bahasa, dan juga rumah matematikan.

BACA JUGA: Risma Optimistis Underpass PTC Bisa Diresmikan pada HJKS

"Ini nantinya untuk anak-anak setempat yang tidak mampu agar bisa belajar secara gratis. Ada semacam les gitu," kata Risma usai penyerahan aset di Ruang Kerja Wali Kota, Kamis 16 Mei 2019.

Risma mengaku sudah lama ingin mengelola dan tertarik dengan gedung tersebut. Pada 2018 lalu, pemkot mengirim surat untuk meminta aset tersebut.

Menurutnya aset Sekolah Taman Siswa ini merupakan salah satu cagar budaya yang menyimpan banyak sejarah. Pemkot akan memperbaiki bagian bangunan yang rusak sertra mengecatnya.

BACA JUGA: Komisi C Pertanyakan Keseriusan Pemkot Surabaya Merevitalisasi Kawasan Ampel

"Jadi ndak dirobohkan, kami akan gunakan gedungnya, karena ruangan kecil-kecilnya banyak," kata dia.

Risma mengatakan pemerintah akan langsung merenovasi aset Taman Siswa yang ditangani langsung oleh Cipta Karya dan diupayakan pada Agustus 2019 mendatang sudah bisa digunakan.

Ia mengatakan tidak ada anggaran khusus untuk aset ini, karena sangat mendadak dan prosesnya cepat. Menurutnya, Dinas Cipta Karya mampu untuk merevitalisasi aset tersebut.

BACA JUGA: Perabotan Belum Lengkap, Gedung DPRD Urung Diresmikan

"Saya ingin generasi muda tahu bahwa Bung Karno pernah sekolah di sini kemudian mantan menteri pendidikan serta wakil presiden juga pernah sekolah di sini. Semoga bisa memotivasi anak-anak Surabaya untuk semakin maju," harapnya.

Kepala Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Etto Sunaryanto mengatakan Aset Taman Siswa ini merupakan bekas aset milik Cina. Penyerahan kepada pemkot ini atas dasar permintaan pemkot yang memanfaatkannya untuk kepentingan umum.

"Jadi setelahnya, pemkot akan bertanggung jawab merawatnya," kata Etto.

Baca Juga

loading...