Suaranya "Dicuri", Caleg Golkar Lapor ke Bawaslu Surabaya

Khoirotul Lathifiyah

Jumat, 10 Mei 2019 - 19:56

JATIMNET.COM, Surabaya – Anggota komisi C DPRD Kota Surabaya Agoeng Prasodjo yang maju kembali menjadi calon legislatif (Caleg) di daerah pemilihan empat melapor ke Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Surabaya.

Agoeng, yang maju dari Partai Golkar tersebut melaporkan adanya indikasi manipulasi data di enam tempat pemungutan suara (TPS) Kecamatan Sawahan, Kelurahan Putat Jaya dan dua TPS lainnya di Kecamatan Sukomanunggal, Kelurahan Simomulyo Baru.

"Manipulasi ini menyebabkan hilangnya suara saya. Ini real count dan quick count saya menang, tapi dari KPU ada indikasi kalah. Jadi saya melakukan investigasi," kata Agoeng saat diwawancarai di Bawaslu Kota Surabaya, Jumat 10 Mei 2019.

BACA JUGA: Separuh Lebih Anggota DPRD Surabaya 2019-2024 Diisi Wajah Lama

Agoeng mengatakan kemungkinan terjadi adanya kesalahpahaman di tingkat PPK di Kelurahan Simomulyo Baru dan Kelurahan Putat Jaya. Sebelumnya, ia menemukan titik permasalahan berkas C1 dan DAA1 yang berbeda.

“Setelah saya telusuri ternyata ada kesalahan, hasilnya saya cocokkan C1 dengan DAA1 dari Kecamatan Sukomanunggal dan Kecamatan Sawahan ternyata berbeda. C1 yang awalnya bukan milik seseorang, ini malah menjadi milik seseorang. Yang awalnya punya saya ada isinya jadi tidak ada,” kata Agoeng.

Agoeng melanjutkan, permasalahan tersebut ditemukan setelah pemeriksaan berkas DAA1 yang terjadi kesalahan. Sehinggaa berkas berikutnya DA1 dan DB1 juga terjadi kesalahan.

BACA JUGA: Rekapitulasi Pemilu 2019 Jatim Tinggal Tiga Kabupaten di Madur

“Jadi saat rekap itu jelas, C1 itu benar, DAA Pleno benar, dan DAA1 ini yang salah. Mestinya saya bisa unggul memperoleh 47.000 suara. Kalau yang salah ini suara saya hanya dapat 41.000 suara,” urainya.

Saat datang ke Bawaslu Surabaya ia membawa surat-surat lengkap yang menjadi barang bukti bahwa adanya kecurangan. Di antaranya, ia membawa berkas C1, DAA1 dan DAA Pleno.

Semantara itu, Ketua Bawaslu Kota Surabaya Hadi Margo mengatakan, selama dua hari pasca selesainya rekapitulasi tingkat Kota Surabaya per tanggal 8-10 Mei ada sekitar enam laporan terkait pemungutan dan rekapitulasi Pemilu 2019.

Bawaslu Surabaya akan megkaji dan mendalami laporan yang ada dan mengkomparasikan alat bukti yang diberikan oleh pelapor.

BACA JUGA: Baktiono, Salah Satu Petahana dengan Suara Terbanyak

“Ada 14 barang bukti yang kami terima, kami akan cocokkan C1 yang dimiliki Panwaslu, C1 yang dimiliki KPU, dan DA1 mapun DAA1. Apakah angkanya sama atau berubah, harus kita cek satu per satu, jadi tidak bisa dengan gegabah. Karena ini berkaitan dengan data dan validitas pemilu,” ujar Hadi saat ditemui di kantor Bawaslu.

Dengan adanya dugaan manipulasi hasil suara pemilu, pihaknya akan memanggil seluruh jajaran PPK yang bertugas di Kecamatan Sukomanunggal dan Kecamatan Sawahan serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya.

“Tadi buktinya sudah diserahkan ke saya, yaitu salinan C1 dari dua kecamatan tersebut, foto DAA Pleno, salinan DA1 dan Hasil rekap keseluruhan. Kami akan telusuri lebih lanjut,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...