Spesies Langka di Kalteng Terancam Punah

Rochman Arief
Rochman Arief

Jumat, 8 Maret 2019 - 19:59

JATIMNET.COM, Palangkaraya – Ketua Yayasan Borneo Nature Foundation, Juliarta Bramansa Ottay menyebut sejumlah spesies langka di beberapa wilayah Kalimantan Tengah terancam punah.

" Kami melakukan penelitian dan terungkap keragaman satwa liar yang tinggi termasuk sejumlah spesies langka mulai terancam," kata Juliarta Bramansa Ottay, Jumat 8 Maret 2019.

Dia menerangkan, penelitian yang dilakukan meliputi bentang wilayah sungai Rungan yang berada Kota Palangkaraya, Kabupaten Gunung Mas dan Pulang Pisau.

Juliarta mengatakan, melalui pengamatan kamera jebakan dan survei fauna, pihaknya mendokumentasikan sebanyak 34 spesies mamalia yang 19 diantaranya dilindungi hukum dan 108 spesies pohon yang 12 diantaranya rentan dan terancam.

BACA JUGA: KLHK Wacanakan Penutupan Sementara TN Komodo

Kemudian sebanyak 118 spesies burung yang 27 diantaranya dilindungi hukum, 20 spesies reptil dan amfibi yang 5 diantaranya dilindungi hukum serta 20 spesies ikan.

World Conservation Union mengklasifikasikan, dua dari spesies ini statusnya sangat terancam punah, yakni orangutan Kalimantan dan ibis berbahu putih. Kemudian empat lainnya berstatus terancam punah dan 16 dalam kondisi rentan.

“Flora dan fauna ini semua menghadapi ancaman kepunahan yang tinggi di masa depan, penting bagi semua pihak untuk melestarikannya,” katanya.

Juliarta menjelaskan, rangkaian penelitian berkualitas tinggi sengaja dilakukan untuk menyediakan informasi berbasis bukti ilmiah bagi pengelolaan dan strategi pelestarian. Dibutuhkan juga pembuatan kebijakan masa mendatang terhadap bentang alam Rungan.

BACA JUGA: BKSDA Jatim Luncurkan Aplikasi Tiket Online Mendaki Ijen

Sementara itu, pada penilaian kelayakan habitat dan populasi orangutan pada 2016 yang dilakukan KLHK dan FORINA, lanskap Rungan berada pada urutan ke-4 prioritas konservasi orangutan dengan proyeksi meta-populasi sebanyak 2.260 orangutan.

“Hutan Rungan merupakan salah satu lokasi populasi orangutan terbesar di dunia, berada di wilayah yang tidak dilindungi serta memiliki rencana alih lahan hutan," ungkap Juliarta.

Diharapkan melalui sejumlah upaya yang telah dan sedang dilakukan, mampu melindungi keanekaragaman hayati dan mencegahnya dari berbagai potensi kerusakan maupun upaya perusakan dari oknum tidak bertanggung jawab. (ant)

Baca Juga

loading...