Siswa yang Melecehkan Gurunya di Kelas Minta Maaf

Hari Istiawan

Reporter

Hari Istiawan

Minggu, 10 Februari 2019 - 21:45

JATIMNET.COM, Gresik – Kasus video seorang siswa yang bertindak melawan gurunya saat ditegur akhirnya dimediasi langsung petugas kepolisian, guru, dan orang tua murid di Mapolsek Wringinanom, Gresik, Minggu 10 Februari 2019.

Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro dikonfirmasi mengatakan, mediasi memang sengaja dilakukan sebagai upaya pembinaan terkait kasus tersebut.

"Kami panggil semua yang terkait, dan ini bukan berarti penindakan, tapi pembinaan," kata Wahyu.

BACA JUGA: 94 Kekerasan Anak di Sekolah Terjadi di Jawa Timur

Ia menyatakan, kasus itu sepenuhnya ditangani Polsek Wringinanom dan merupakan kejadian tanggal 2 Februari 2019, namun baru viral pada 9 Februari 2019 karena videonya diunggah di media sosial.

Sementara dalam forum mediasi, siswa AA meminta maaf dengan didampingi kedua orang tuanya, dan anak berusia 15 tahun itu hanya terlihat menundukkan kepalanya.

Sedangkan guru yang sempat dipersekusi, Nur Kalim mengaku menerima permintaan maaf siswanya, dan siswa sempat mencium kaki sang guru yang sempat dilecehkan tersebut.

"Saya maafkan, dengan sepenuh hati," ujar Nur Kalim.

BACA JUGA: Psikotes Guru Untuk Hindari Kekerasan Terhadap Siswa

Nur Kalim mengatakan, kejadian itu terjadi pada Sabtu 2 Februari 2019, dan bermula saat dirinya hendak mengajar tapi tidak mendapati siswanya di ruangan kelas.

Kemudian guru honorer itu mencari siswa di luar sekolah dan mendapati jika seluruh siswanya berada di sebuah warung kopi yang tidak jauh dari lokasi sekolah.

"Kemudian saya mendatangi lokasi dengan mendobrak pintu warung yang masih tertutup. Seluruh siswa langsung tergopoh keluar. Kemudian saya peringatkan agar segera kembali ke sekolah, karena waktu belajar sudah mulai," tuturnya.

Namun, upaya sang guru itu membuat AA marah dan membuat kegaduhan dengan merokok di kelas dan menggedor bangku ruangan kelas yang kemudian direkam salah satu temannya.

BACA JUGA: Empat Siswa SD Ciptakan Pengharum Ruangan dari Minyak Bekas

Mulanya AA melampiaskan kemarahan dengan menggedor seluruh bangku ruangan kelas. Kemudian lebih berani lagi, buku mata pelajaran sebagai pegangan Kalim mengajar dibuang oleh AA, namun tidak sampai mengenai badan guru.

Melihat tindakan itu, Kalim yang hanya digaji Rp 450 ribu setiap bulannya itu, hanya memperingatkan agar mematikan rokok, namun tak digubris.

"Sebenarnya saya mulai marah merasa dilecehkan, tapi saya redam. Kalau saya memukul anaknya, perilaku itu sangat tidak terpuji dan bukan cara terbaik untuk mendidik," ujarnya.

Sebelumnya, sempat viral video berdurasi 54 detik yang memperlihatkan seorang siswa semena-mena merokok di dalam kelas, dan melakukan tindakan semena-mena terhadap seorang guru.

Baca Juga

loading...