JATIMNET.COM, Ponorogo – Tiga siswa SMA Muhammadiyah Ponorogo membuat obat nyamuk dari sampah daun beringin kering. Ketiga siswa ini adalah Rifqi Fathin Al Hamid (17), Hanifah Rana Zahirah (18), dan Akif Tholibul Huda (18).

“Obat  nyamuk hasil racikan kami baunya tidak menyengat dan hampir mirip seperti bau teh, hal ini karena bahan dasarnya dari dedaunan yang sudah kering,” terang Hanifah Rana Zahirah saat berada di Sekolahnya, Jalan Batoro Katong, Senin 11 Februari 2019.

Penemuan ini berawal dari keinginan Hanifah dan ke dua temannya untuk memanfaatkan sampah daun beringin kering yang sering berakhir di pembuangan sampah. Sebuah pohon beringin besar di sekolahnya menyumbang sampah daun kering setiap harinya. 

BACA JUGA: Berikut Delapan Jenis Tanaman yang Ampuh Usir Nyamuk

Manfaat sampah daun beringin kemudian muncul setelah mereka meneliti beberapa sumber dan melakukan bimbingan dengan guru mata pelajaran. Daun beringin ternyata bisa dijadikan sebagai insektisida alami. Sehingga terfikirkan untuk membuat obat nyamuk dengan bentuk mat. “Bentuk mat ini karena paling mudah untuk pengujian, apalagi ini obat nyamuk pertama buatan kami,” katanya.

Setelah mengetahui manfaat dan cara kerjanya, tim kecil itu pun melakukan penelitian untuk mencari takaran obat nyamuk yang tepat. Hanifah dan dua temannya sempat puluhan kali mencoba. Mereka juga sering berburu nyamuk dengan jaring untuk menguji obat nyamuknya. Hasilnya didapat komposisi berupa 80 gram daun beringin yang telah dihaluskan dicampur dengan 10 ml air sulingan. Kemudian dimasak dan sebelum mendidih ditambahkan dengan 10 gram tepung kanji.

“Setelah itu dituangkan kedalam cetakan dan setelah kering kita potong-potong sesuai dengan ukuran obat nyamuk elektrik yang sering disebut dengan mat,” terangnya.

BACA JUGA: Pemkot Segera Berantas Sarang Nyamuk Demam Berdarah

Siswa kelas XII IPA ini pun menuturkan jika dalam pembuatan obat nyamuknya tersebut sangatlah murah. Ia hanya mengeluarkan uang untuk membeli 500 gram tepung kanji seharga 5000 rupiah untuk 600 keping mat siap pakai.

Setelah diuji coba, obat nyamuk alami buatan siswa SMA ini tidak mengecewakan. Berbekal sebuah tabung berjaring-jaring yang berisi nyamuk dan obat nyamuk elektriknya, diketahui mat elektriknya mampu membunuh semuak nyamuk dalam waktu 19 menit.

"Jika mat buatan pabrik membunuh nyamuk butuh waktu 21 menit kalau produk kami ini dalam 19 menit, lebih cepat 2 menit," jelasnya.

Hanifah berharap obat nyamuk yang bisa bertahan selama 8 jam ini kedepannya agar bisa segera untuk dipatenkan sekaligus bisa dijual kemasyarakat. Selain itu ia juga berencana untuk membuat obat nyamuknya dalam bentuk cairan yang bisa disemprotkan. “Obat nyamuk buatan kami juga pernah kami lombakan dan meraih juara 3 dalam lomba karya Ilmiah Populer Pesta Sains Nasional yang digelar di IPB,” pungkasnya.