Kamis, 02 April 2026 12:00 UTC

Sejumlah warga berebut membeli LPG di salah satu agen yang ada di Desa Kecamatan Merakurak pada Kamis, 2 April 2026. Foto: Potongan layar dokumentasi warga
JATIMNET.COM, Tuban – Ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram (kg) atau “gas melon” dilaporkan langka di sejumlah wilayah Kabupaten Tuban dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan energi, baik untuk rumah tangga maupun usaha kecil.
Kelangkaan dilaporkan terjadi di beberapa kecamatan, seperti Jenu, Merakurak, Montong, Tuban Kota, Semanding, hingga Tambakboyo. Sejumlah pangkalan disebut kehabisan stok, sehingga warga harus berkeliling untuk mencari tabung gas.
Siti, warga Desa Beji, Kecamatan Jenu, mengaku sudah berusaha mencari LPG sejak sehari sebelumnya, namun belum berhasil mendapatkannya.
“Dari kemarin sampai sekarang, saya tidak ketemu. Susah nyarinya sekarang LPG ini,” ujarnya kepada Jatimnet.com, Kamis, 2 April 2026.
Keluhan serupa juga disampaikan Fahrul, warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding. Ia mengaku kesulitan mendapatkan LPG untuk kebutuhan usahanya, hingga terpaksa menggunakan bahan bakar alternatif.
BACA: Pemkab Tuban Bantah Kelangkaan LPG 3 Kg, Sebut Stok Aman dan Kuota Tinggi
“Saya muter sampai ke Tuban kota tidak ketemu, ini saja terpaksa pakai kompor kayu,” tuturnya.
Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada LPG sebagai sumber energi utama.
Meski kelangkaan dirasakan warga, pemerintah daerah menyebut stok LPG sebenarnya masih tersedia di tingkat pangkalan.
