Rabu, 20 May 2026 04:30 UTC

Petugas memantau proses uji kelendutan Jembatan BH 275 Banyuwangi yang dibangun menggantikan jembatan tua peninggalan Belanda.
JATIMNET.COM, Banyuwangi – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan kembali melaksanakan uji fungsi jembatan kereta api di wilayah Jawa Timur. Setelah sehari sebelumnya menguji Jembatan BH 613 di Kediri, kali ini DJKA melakukan pengujian terhadap Jembatan BH 275 di petak Stasiun Temuguruh–Singojuruh, Banyuwangi, Rabu, 20 Mei 2026.
Jembatan BH 275 merupakan jembatan baru yang dibangun pada Februari 2025 untuk menggantikan jembatan lama peninggalan Staatsspoorwegen (SS) yang telah berusia lebih dari satu abad.
Dua lokomotif CC300 digunakan dalam uji fungsi Jembatan BH 275 di Banyuwangi untuk mengukur kekuatan struktur jembatan baru. Foto: BTP Surabaya
Pengujian dilakukan oleh DJKA melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya bersama Balai Pengujian Perkeretaapian. Dalam proses tersebut, tim menggunakan lokomotif CC300 buatan INKA milik Balai Perawatan sebagai sarana pengujian.
Pada uji fungsi kali ini, tim menguji tingkat kelendutan sekaligus kekuatan struktur jembatan secara maksimal menggunakan dua lokomotif dengan total bobot lebih dari 180 ton. Beban gandar tersebut menjadi parameter utama untuk mengukur ketahanan struktur jembatan baru itu.
BACA: PT INKA Kirim Rangkaian ke-14 Gerbong Datar ke Palembang
Kepala BTP Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, mengatakan pengujian ini sangat penting karena Jembatan BH 275 memiliki konstruksi baru berupa rangka baja kurung sekaligus pondasi yang telah dibangun ulang.
Menurutnya, lokasi sungai di bawah jembatan tersebut sebelumnya pernah diterjang banjir besar hingga menggerus pondasi lama dan masuk dalam kategori daerah rawan.
Dua lokomotif CC300 digunakan dalam uji fungsi Jembatan BH 275 di Banyuwangi untuk mengukur kekuatan struktur jembatan baru. Foto: Kemenhub
“Kami di DJKA melalui BTP Kelas I Surabaya telah membangun ulang jembatan BH 275 ini dengan struktur rangka baja yang baru dan lebih besar dari sebelumnya. Harapannya, manakala terjadi arus yang deras juga tidak mengganggu keselamatan perjalanan KA karena saat ini kami telah membangunnya lebih besar dan kuat,” ujar Denny.
Sebelum tahap uji fungsi dilakukan, jembatan tersebut juga telah melewati sejumlah tahapan pengujian lain, mulai dari evaluasi rancang bangun hingga pengujian fisik konstruksi.
Denny menambahkan, uji fungsi berkala akan terus dilakukan secara rutin sebelum aset tersebut resmi diserahterimakan kepada operator kereta api, yakni PT KAI.
BACA: Imbas Penutupan Jalur Gumitir, Kereta Api Jadi Andalan Warga Jember
“Uji fungsi ini menjadi tahapan pengujian berkala yang akan terus kami monitor pelaksanaan selanjutnya secara rutin untuk memastikan struktur baru jembatan ini tetap kuat sebelum kita serahterimakan ke operator (PT KAI),” katanya.
Sementara itu, PPK Kegiatan Jatim 2 BTP Kelas I Surabaya, Lurianto Lukito, menyebut hasil uji fungsi menunjukkan kondisi struktur jembatan masih sangat baik.
“Dari uji fungsi BH 275 ini terlihat struktur barunya berupa rangka baja kurung ini tetap prima hingga lebih dari 60 tahun mendatang,” tutupnya.
