Kamis, 02 April 2026 12:45 UTC

Potongan layar dari rekaman video amatir yang menunjukkan warga berebut membeli LPG di Desa Kecamatan Merakurak pada Kamis, 2 April 2026. Foto: dokumentasi warga
JATIMNET.COM, Tuban – Pemerintah Kabupaten Tuban membantah adanya kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram (kg) di tingkat pangkalan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok gas melon masih tersedia.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban, Gunadi, menyebut kekosongan yang dikeluhkan warga kemungkinan terjadi di tingkat pengecer, bukan pada distribusi resmi.
Ia menegaskan, kuota LPG untuk Kabupaten Tuban tergolong besar dibandingkan daerah sekitar.
“Kuotanya Tuban adalah 44.631 MT (Metrik Ton), lebih banyak dibandingkan Bojonegoro yang hanya 38.797 MT,” jelasnya, Kamis, 2 April 2026.
Menurutnya, distribusi LPG subsidi tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat diminta tidak panik.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, belum memberikan penjelasan terkait kemungkinan kendala distribusi.
Saat dikonfirmasi, ia justru meminta informasi lebih detail terkait lokasi pangkalan yang mengalami kekosongan.
BACA: LPG 3 Kg Langka di Tuban, Warga Keliling hingga Beralih ke Kayu Bakar
“Boleh diinfo pangkalan yang kehabisan stok di kecamatan apa?” ungkapnya.
Di sisi lain, warga di sejumlah kecamatan mengaku masih kesulitan mendapatkan LPG hingga harus berkeliling mencari stok.
