Sistem PPDB Zonasi Kacaukan Strategi Belajar Siswa 

Baehaqi Almutoif

Minggu, 31 Maret 2019 - 20:06

JATIMNET.COM, Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Aghata Retnosari menilai perlu ada kajian ulang terhadap Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru.

Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 dianggap membatasi kesempatan bersaing siswa untuk masuk di sekolah favorit. “Ini menurut saya perlu dikaji ulang, karena kondisi di setiap daerah tidak sama,” ujat Aghata, Minggu 31 Maret 2019.

Di Permendikbud terdapat tata cara yang mengatur tentang penerimaan peserta didik baru (PPDB). Ada tiga jalur yang disediakan, yakni zonasi dengan kuota 90 persen dari daya tampung sekolah, prestasi lima persen dan pindah tugas orang tua lima persen. Untuk zonasi, siswa berhak memilih sekolah yang dituju sesuai zona dekat tempat tinggal.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Kaji Ulang Peraturan PPDB Sistem Zonasi

“Metode tes potensi akademik (TPA) yang sudah dilakukan dipakai dulu. Sedangkan zonasi tetap perlu untuk membantu mendapatkan sekolah terdekat. Khususnya masyarakat tidak mampu,” ungkap politisi dari PDI Perjuangan itu.

Aghata punya alasan mengapa sistem penerimaan menggunakan tes potensi akademik tetap perlu. Hasil audiensi dengan sejumlah orang tua siswa yang tergabung dalam komite peduli pendidikan Kota Surabaya mengeluhkan sistem zonasi.

Mereka gelisah karena banyak anak di SMP favorit yang terkoneksi dengan SMA favorit terancam tidak bisa mendaftar. Padahal selama ini para orang tua mengaku telah menerapkan strategi belajar agar dapat masuk ke jenjang sekolah favorit selepas lulus.

“Wali murid keberatan karena peraturan ini tidak dibuka sejak awal masuk, inilah yang menyebabkan orang tua tidak memiliki cara lain memilih sekolah,” tuturnya.

BACA JUGA: Dewan Minta Dindik Awasi SKTM untuk Kebutuhan PPDB Surabaya

Legislator asal Surabaya itu menilai kekhawatiran orang tua juga dilandasi pada kelanjutan jenjang pendidikan usai SMA. Wali murid menilai sekolah favorit memiliki akses undangan ke perguruan negeri favorit di Indonesia.

Sebab banyak universitas negeri pilihan memberikan pemberitahuan penerimaan jalur prestasi langsung ke sekolah yang dianggap unggulan.

“Saya sebenarnya sudah meminta ke Dinas Pendidikan Jawa Timur agar membuat aturan terkait metode penerimaan kemampuan akademik. Supaya siswa yang punya potensi luar biasa dapat bersaing secara prestasi,” urainya.

Skema yang ditawarkan Aghata, ada tes masuk ke sekolah menengah atas favorit. Nilai tes itu digabung dengan hasil ujian nasional. Langkah ini paling tepat untuk menjaring siswa yang benar-benar berkualitas untuk masuk ke sekolah favorit.

Baca Juga

loading...