Senin, 06 July 2026 07:00 UTC

Penyambutan mahasiswa UGM yang mengikuti program KKN di Kantor Kecamatan Muncar, Rabu, 24 Juni 2026. Foto: UGM.
JATIMNET.COM, Banyuwangi – Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) kembali melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.
Pada tahun ini, para mahasiswa peserta KKN menerapkan ilmu yang diperolah di bangku perkuliahan untuk membantu persoalan yang dihadapi warga.
Salah satu tantangan yang tengah dihadapi adalah belum optimalnya kegiatan perekonomian warga Muncar pascapandemi Covid-19.
Hingga kini, sektor ekowisata maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih membutuhkan uluran tangan untuk kembali bangkit.
Selama 50 hari yang terhitung sejak Rabu, 24 Juni 2026, mahasiswa terjun langsung ke para pelaku ekonomi tersebut untuk menjalankan program pemberdayaan di Desa Wringinputih dan Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.
Untuk tujuan itu, maka KKN-PPM UGM 2026 mengusung tema "Transformasi Desa Berkelanjutan dengan Optimalisasi Potensi Sumber Daya Lokal, Pengelolaan Limbah, dan Digitalisasi dalam Pariwisata di Desa Wringinputih dan Sumberberas, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi”
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM, Prof. Dr. Agus Suwignyo mengatakan ada beberapa sektor yang menjadi fokus mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Mulai dari pengembangan UMKM, pengelolaan limbah, digitalisasi pariwisata, serta optimalisasi potensi sumber daya lokal.
Agus menjelaskan, keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya program yang dijalankan. Namun, sejauh mana mahasiswa mampu mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki melalui kerja sama dengan masyarakat.
"Kami berharap mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang dimiliki bukan dengan sikap menggurui, melainkan melalui kerja sama untuk mewujudkan solusi yang memang diharapkan, baik oleh warga maupun mahasiswa itu sendiri," ujarnya saat penyambutan mahasiswa di Kantor Kecamatan Muncar, Rabu, 24 Juni 2026.
Camat Muncar Trisetia Supriyanto menyambut baik kehadiran mahasiswa UGM yang untuk ketiga kalinya memilih Kecamatan Muncar sebagai lokasi KKN-PPM.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa.
"Kami berharap mahasiswa tidak hanya mampu menjaga nama baik almamater, tetapi juga dapat beradaptasi serta memberikan kontribusi yang nyata dan berkelanjutan bagi desa," katanya.
Ia berharap melalui pelaksanaan KKN-PPM UGM 2026 akan lahir berbagai inovasi yang dapat dimanfaatkan warga. Hal ini sekaligus memperkuat pembangunan berkelanjutan di Desa Wringinputih dan Desa Sumberberas.
