Minggu, 28 June 2026 04:00 UTC

Penampilan ratusan santri Gontor dalam acara Darussalam All Star Show (DASS) yang digelar di Lapangan Sepak Bola PMDG, Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Sabtu malam, 27Juni 2026. Foto: PMDG
JATIMNET.COM, Ponorogo – Para santri dan guru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) ternyata tidak hanya piawai mengaji. Mereka juga memiliki kemampuan di bidang seni dan budaya.
Kemampuan itu ditampilkan dalam ajang Darussalam All Star Show (DASS) yang digelar di Lapangan Sepak Bola PMDG pusat, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Sabtu malam, 27 Juni 2026.
Secara bergantian para santri dan guru menunjukkan kreasinya. Mulai dari tarian nusantara, drama kehidupan, pertunjukan budaya Jepang dan India, hingga konser musik yang menghibur ribuan penonton yang memadati lokasi acara.
Kegiatan tersebut merupakan merupakan bagian dari acara puncak peringatan satu abad PMDG.
Ketua DASS, Al-Ustaz Hasan Mutaqin mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Gontor yang kini telah memasuki usia satu abad.
Menurutnya, DASS juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada pembelajaran agama semata.
“Melalui acara ini kami ingin menunjukkan bahwa santri tidak hanya belajar mengaji, tetapi juga mampu berkreasi, berkarya, dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Inilah salah satu bentuk pendidikan holistik yang diterapkan di Gontor,” kata Hasan
Salah seorang pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal menegaskan bahwa hampir seluruh penyelenggaraan acara tersebut merupakan hasil karya dan kemampuan warga pondok sendiri.
Menurutnya, mulai dari persiapan, pengisi acara, hingga berbagai fasilitas pendukung yang digunakan berasal dari lingkungan PMDG.
“Sebagian besar yang ada dalam acara ini merupakan hasil karya dan kemampuan dari dalam pondok sendiri. Ini bukan untuk dibanggakan secara berlebihan, melainkan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT,” tutur Hasan.
DASS menjadi gambaran nyata bagaimana sistem pendidikan Gontor tidak hanya membekali santri dengan ilmu pengetahuan dan pemahaman agama. Namun, juga membentuk karakter, kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama.
Ribuan santri dan guru terlibat dalam proses panjang mulai dari perencanaan, latihan, hingga pementasan. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan langsung yang selama ini menjadi ciri khas Gontor.
Lebih dari sekadar pertunjukan seni, DASS 100 Tahun Gontor menjadi etalase perjalanan panjang pondok pesantren tersebut dalam mencetak kader umat dan calon pemimpin bangsa.
Melalui panggung ini, Gontor ingin menegaskan bahwa nilai-nilai yang diwariskan selama satu abad tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman sekaligus menjadi bekal memasuki abad kedua pengabdiannya.
