Logo

Tim KKN-PPM UGM Ajak Warga Sumberberas Optimalkan Potensi Kelapa

Reporter:,Editor:

Jumat, 07 August 2026 04:00 UTC

Tim KKN-PPM UGM Ajak Warga Sumberberas Optimalkan Potensi Kelapa

Tim KKN-PPM UGM Muncar Memancar memberikan edukasi kepada pelaku usaha untuk meningkatkan potensi kelapa dan digitalisasi UMKM di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Foto: Tim KKN-PPM UGM.

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Komitmen Tim KKN-PPM UGM Muncar Memancar 2026 dalam memberdayakan masyarakat tidak berhenti pada aksi penanaman 100 bibit mangrove di kawasan Pantai Cemara, Banyuwangi.

 

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada itu juga menjalankan program pemberdayaan berbasis potensi lokal dan penguatan usaha mikro di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.

Selama dua hari, 30–31 Juli 2026, tim KKN melaksanakan serangkaian kegiatan yang berfokus pada pemanfaatan komoditas kelapa serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.

Pada hari pertama, Kamis, 30 Juli 2026, tim menggelar program bertajuk Optimalisasi Potensi Kelapa untuk Kesehatan, Keterampilan, dan Pemberdayaan Masyarakat yang diikuti 15 warga, terdiri dari petani kelapa serta ibu rumah tangga.

Program tersebut lahir dari hasil observasi mahasiswa yang menemukan potensi kelapa di Desa Sumberberas sangat melimpah. Namun, belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi produk bernilai tambah.

Peserta mendapat edukasi mengenai beragam manfaat kelapa melalui materi COCO-HEALTH. Mulai dari air kelapa, daging kelapa, minyak kelapa, gula kelapa, hingga pemanfaatan sabut kelapa.

Tak hanya penyampaian materi, warga juga diajak mempraktikkan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dari daging kelapa tua. Produk tersebut diperkenalkan sebagai minyak alami yang memiliki manfaat bagi kesehatan maupun perawatan tubuh.

Pelatihan kemudian ditutup dengan pembuatan kokedama, media tanam alternatif berbahan sabut kelapa yang dapat digunakan sebagai pengganti pot tanaman hias.

Selain memanfaatkan limbah kelapa, produk tersebut juga memiliki nilai estetika dan berpotensi menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik dan diskusi berlangsung. Sebagian besar mengaku baru pertama kali mengenal teknik pembuatan VCO maupun kokedama.

Upaya pemberdayaan berlanjut pada Jumat, 31 Juli 2026, dengan menyasar 10 pelaku UMKM di Desa Sumberberas.

Melalui program bertajuk Pemberdayaan UMKM Desa Sumberberas melalui Media Sosial, Edukasi Penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam Kebutuhan Usaha, dan Digitalisasi UMKM dengan Google Maps, mahasiswa melakukan pendampingan secara door to door ke lokasi usaha warga.

Pendampingan dilakukan setelah tim menemukan sebagian besar UMKM desa belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Bahkan, masih banyak usaha yang belum terdaftar di Google Maps sehingga sulit ditemukan calon pelanggan.

Dalam kegiatan tersebut, pelaku usaha mendapat pendampingan mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.

Kemudian, pengenalan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung aktivitas usaha, hingga bantuan mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps agar lebih mudah diakses konsumen.

Koordinator Mahasiswa Subunit Desa Sumberberas, Adelia Christi Puspita, mengatakan rangkaian program tersebut diharapkan menjadi langkah awal pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Ia berharap masyarakat semakin mampu mengembangkan potensi kelapa menjadi produk yang bernilai ekonomi sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk lokal.

"Kami berharap masyarakat Desa Sumberberas dapat semakin mengenali potensi lokal yang dimiliki, khususnya kelapa, dan mampu mengembangkannya menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan maupun memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

“Untuk pendampingan digitalisasi UMKM, kami berharap para pelaku usaha desa semakin percaya diri memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan usaha dan meningkatkan daya saing produk lokal," lanjut Adelia.

Menurutnya, tingginya partisipasi warga selama pelatihan menjadi dorongan bagi tim KKN untuk terus menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa masyarakat memiliki semangat belajar dan berkembang ketika memperoleh akses pengetahuan serta pendampingan yang tepat.