Logo

Abad Kedua Diharapkan Jadi Era Pembaruan Pondok Gontor

Reporter:,Editor:

Jumat, 10 July 2026 00:00 UTC

Abad Kedua Diharapkan Jadi Era Pembaruan Pondok Gontor

Ustaz Adi Hidayat (kiri) saat menerima cendera mata dari pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Kamis malam, 9 Juli 2026. Foto: Satria.

JATIMNET.COM, Ponorogo – Pondok Modern Darussalam Gontor diharapkan mampu melahirkan gagasan pembaru yang dibutuhkan umat dalam perkembangannya ke depan.

Di usianya yang hendak mencapai 100 tahun, lembaga pendidikan itu diminta terus melahirkan inovasi, pemikiran, dan kontribusi nyata melalui pendidikan, dakwah, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dai nasional Dr. KH. Adi Hidayat, Lc., M.A mengingatkan agar usia 100 tahun tidak hanya dirayakan dari sisi perjalanan panjang pondok.

"100 tahun Gontor, 100 tahun Darussalam, bukan sekadar pencapaian yang harus disyukuri, bukan sekadar hadiah yang harus dinikmati. Tapi di saat yang sama, 100 tahun itu adalah pijakan dari hadis Nabi untuk menyusun kebaruan-kebaruan yang dibutuhkan masyarakat di era kini," ujarnya.

Adi Hidayat menyampaikannya saat aat mengisi tabligh akbar dalam rangka peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dan Milad ke-63 Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor di Kampus UNIDA Gontor, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Kamis, 9 Juli 2026.

Acara yang berlangsung di lapangan kampus itu dihadiri ribuan mahasiswa, santri, guru, alumni, hingga masyarakat umum.

Menurut Adi Hidayat, Rasulullah SAW telah memberi isyarat tentang hadirnya seorang pembaru (mujaddid) pada setiap pergantian satu abad.

Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan sebuah lembaga pendidikan dapat mengangkat nama suatu daerah di mata dunia. Pengalaman itu ia peroleh saat mengikuti forum ulama internasional di Malaysia bersama mantan Mufti Mesir, Syekh Ali Jum'ah.

"Hari ini, setelah 100 tahun berdirinya, ada pondok namanya Darussalam. Tapi yang dikenal masyarakat bukan hanya nama pesantrennya, melainkan Gontor, Ponorogo. Itu menunjukkan bagaimana sebuah tempat bisa dikenal karena amal dan ilmu yang lahir darinya," katanya.

Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan ilmu mampu menjadikan sebuah daerah memiliki pengaruh yang melampaui batas geografisnya.

Sementara itu, Rektor UNIDA Gontor Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi mengatakan tabligh akbar merupakan bagian dari rangkaian syiar menyambut puncak peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang akan digelar pada September mendatang.

Hamid berharap pesan yang disampaikan Ustaz Adi Hidayat tidak berhenti sebagai tausiah semata. Namun, menjadi penguat semangat seluruh keluarga besar Gontor untuk terus menjaga tradisi keilmuan, adab, dan pengabdian dalam memasuki abad kedua perjalanan pondok.