Sabtu, 11 July 2026 07:00 UTC

Sarasehan Guru Besar dan Doktor Alumni Gontor yang membahas Sistem dan Nilai Gontor dari Warisan Pendidikan Menuju Khazanah Keilmuan Global. Foto: Istimewa/ Humas PM Darussalam Gontor
JATIMNET.COM, Ponorogo – Ratusan guru besar dan doktor yang merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Sarasehan Guru Besar dan Doktor Alumni Gontor di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Sabtu, 11 Juli 2026.
Forum ilmiah yang mengusung tema “Sistem dan Nilai Gontor: Dari Warisan Pendidikan Menuju Khazanah Keilmuan Global” tersebut menjadi wadah untuk mengkaji sekaligus memperkuat peran sistem pendidikan Gontor sebagai referensi pengembangan ilmu pengetahuan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., mengatakan bahwa peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum penting untuk mempertegas kontribusi pesantren dalam pembangunan bangsa.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah menyusun buku Hadiah Gontor untuk Indonesia, yang mendokumentasikan kiprah Pondok Modern Darussalam Gontor di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, pemerintahan, dunia usaha, hingga pemberdayaan masyarakat.
BACA: Abad Kedua Diharapkan Jadi Era Pembaruan Pondok Gontor
Hamid menilai jaringan alumni menjadi salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki Gontor. Menurutnya, alumni yang berkiprah di berbagai profesi memiliki peran strategis dalam membangun peradaban bangsa tanpa meninggalkan nilai-nilai dan identitas yang diwariskan Gontor.
Selain itu, UNIDA Gontor juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk memasuki abad kedua perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor. Salah satunya melalui penguatan kajian ilmiah terhadap berbagai sistem pendidikan yang selama ini diterapkan di lingkungan pesantren tersebut.
“Komunitas ini harus menjadi satu kesatuan membangun peradaban di Indonesia. Para alumni di berbagai bidang harus tetap membawa identitas Gontor, sehingga Gontor tidak hanya berpikir tentang pendidikan, tetapi juga mengubah masyarakat,” kata Hamid.
BACA: Fun Run 6,3 Kilometer Semarakkan HUT ke-63 UNIDA Gontor dan Sambut 100 Tahun Pondok Gontor
Presiden UNIDA Gontor sekaligus Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa sistem pendidikan Gontor memiliki karakter yang khas dan tidak dapat direplikasi hanya dengan meniru bentuk lembaga ataupun namanya.
Ia mengungkapkan sejumlah pihak, termasuk dari Malaysia, pernah menyampaikan keinginan untuk membangun pesantren seperti Gontor. Namun, menurutnya, hal itu tidak mudah diwujudkan karena fondasi utama Gontor bertumpu pada semangat pengabdian yang telah mengakar, termasuk dedikasi para guru yang mengajar tanpa menjadikan imbalan materi sebagai tujuan utama.
“Gontor itu unik dari yang unik-unik. Banyak yang ingin mendirikan pesantren seperti Gontor, tetapi yang paling penting bukan meniru bentuknya, melainkan memahami nilai dan ruh yang membangunnya. Di Gontor, lebih banyak yang tidak ditulis daripada yang ditulis, dan lebih banyak yang tidak diucapkan daripada yang diucapkan. Justru di situlah letak kekuatan dan keunikan Gontor,” tutur KH Hasan Abdullah Sahal.
