Minggu, 30 November 2025 03:26 UTC

Salah satu pengunjung saat mencicipi melon langsung dari pohon. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto – Hamparan tanaman melon di dalam green house sederhana di Desa Tempuran, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, kini menjadi daya tarik baru bagi warga maupun wisatawan. Lokasi ini menawarkan pengalaman memetik dan menikmati melon segar langsung dari pohonnya.
Di area budidaya yang tertata rapi tersebut, sekitar 200 pohon melon tumbuh subur dengan berbagai varietas, mulai dari Fuji Sawa, Intanol, hingga Green Manson. Seluruh tanaman dibudidayakan di dalam green house untuk menjaga kualitas buah tetap premium.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan, kebun ini juga menyediakan pengalaman wisata petik buah. Pengunjung dipersilakan mencicipi melon langsung di dalam green house, menjadikan kunjungan terasa lebih interaktif dan menyenangkan.
BACA: Pameran Warna-Warni Mojokerto Tampilkan Ragam Karya Seniman
Salah satu pengunjung, Sulistyo Rini, mengaku antusias dengan pengalaman pertamanya memanen melon secara langsung.
“Kita sambil membeli melon, merasakan melon yang luar biasa sekaligus jalan-jalan,” ujarnya, Minggu 30 November 2025.
Rini menyebut, kegiatan memilih dan memetik sendiri dapat menjadi sarana edukatif bagi anak-anaknya.
“Di sini kita petik langsung seperti di kebun sendiri,” tambahnya.
Setiap jenis dan warna melon memiliki karakteristik tersendiri dan pengunjung bebas memetiknya. Foto: Hasan
Menurutnya, setiap jenis melon memiliki karakteristik rasa berbeda. “Yang warna oranye lebih keras, kalau yang hijau manisnya pas,” ucapnya sambil tersenyum.
Pengelola green house, Yani Suharto, menjelaskan bahwa seluruh tanaman melon berusia sekitar 75 hari. Dalam satu kali panen, kebun ini mampu menghasilkan sekitar satu ton buah yang kemudian dipasok ke sejumlah supermarket di wilayah Jakarta.
“Ini kita budidayakan di dalam green house, jadi kelasnya melon premium,” jelas Yani.
BACA: Mendaki Gunung Bromo: Petualangan Sunrise di Kaldera Aktif
Meski memiliki kualitas premium, harga melon di lokasi ini tetap terjangkau. Pengunjung juga tidak dikenakan tiket masuk.
“Per kilo rata-rata Rp25.000. Tidak ada tiket masuk, cukup membeli saja,” imbuhnya.
Dengan konsep wisata petik buah yang menawarkan pengalaman langsung, harga ramah di kantong, dan kualitas buah yang terjaga, green house melon di Desa Tempuran kini menjadi destinasi agro yang menarik bagi warga Mojokerto dan sekitarnya.
