JATIMNET.COM, Surabaya - Remaja perempuan berusia 16 tahun, Greta Thunberg, dinominasikan sebagai salah satu penerima hadiah Nobel. Aksi solo Thunberg memprotes perubahan iklim dianggap menginspirasi ribuan anak muda.

Nominasi ini Nobel Greta Thunberg diusulkan oleh anggota parlemen Sosialis Norwegia Freddy Andre Ovstegard.  Anggota parlemen termasuk di antara beberapa kelompok yang dapat mengajukan nominasi.

Usualan nama nantinya akan dievaluasi oleh Komite Nobel Norwegia.

Daftar nominasi akan dikeluarkan pada Oktober dan hadiah akan dianugerahkan pada Desember di Oslo, Norwegia.

BACA JUGA: Masih Ditemukan 1,7 Juta Keluarga Miskin di Lingkungan Hutan

Jika usulan ini disetujui, maka Thunberg bisa menjadi penerima Nobel termuda setelah Malala Yousafzai yang saat menerima hadiah ini berusia 17 tahun.  

Hingga saat ini ada 223 individu dan 78 organisasi dalam daftar kandidat penerima Nobel.

"Kami telah mengusulkan Greta Thunberg karena jika kami tidak melakukan apa pun untuk menghentikan perubahan iklim, itu akan menjadi penyebab perang, konflik, dan pengungsi. Greta Thunberg telah meluncurkan gerakan massa yang saya lihat sebagai kontribusi besar bagi perdamaian," kata Freddy Andre Ovstegard dilansir dari AFP, Jumat 15 Maret 2019.

Dilansir dari berbagai sumber, Greta Thunberg adalah pendiri gerakan “Youth Strike for Climate” mulai mencuri perhatian saat  melakukan protes solo di depan gedung parlemen Swedia pada Agustus lalu.

BACA JUGA: Aktivis Lingkungan Dukung UU Pencucian Uang Perangi Perdagangan Satwa

Greta berusia 15 tahun ketika pertama kali protes. Dan sejak saat itu, dia bolos sekolah tiap Jumat untuk menyuarakan aksi mengatasi perubahan iklim.

Dunia internasional pun kepincut atas kesungguhan upayanya.

Thunberg diundang berbicara dalam forum PBB bertajuk UN Climate Talks di Polandia pada Desember lalu. Serta ikut menyuarakan isu perubahan iklim dalam World Economic Forum di Davos Januari lalu.

Greta Thunberg mengaku merasa terhormat atas kabar itu. "Saya merasa terhormat dan bersyukur atas nominasi ini," kata Thunberg di Twitter.

BACA JUGA: Deklarasi Bali, Hasil Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup Sedunia

Aksinya ini telah mengispirasi pelajar seluruh dunia di 1.659 tempat dan 105 negara dengan melakukan mogok sekolah.

Diproyeksikan pada Jumat ini, ada satu juta siswa dari Eropa dan Australia akan melakukan mogok sekolah serentak bertajuk #FridaysForFuture yang memprotes lambannya penanganan perubahan iklim.

"Besok kita mogok sekolah untuk masa depan kita. Dan kami akan terus melakukannya selama yang diperlukan. Perubahan akan terjadi apakah mereka suka atau tidak," kata gadis yang menderita sindrom Asperger ini.