Logo

Sering Diabaikan, Duduk Lama Saat Mudik Bisa Picu Pusing hingga Hilang Konsentrasi

Reporter:,Editor:

Minggu, 22 March 2026 04:19 UTC

Sering Diabaikan, Duduk Lama Saat Mudik Bisa Picu Pusing hingga Hilang Konsentrasi

Ilustrasi peregangan. Pixabay

JATIMNET.COM — Perjalanan mudik yang memakan waktu berjam-jam sering membuat pemudik harus duduk dalam posisi yang sama terlalu lama. Kondisi ini kerap dianggap sepele, padahal memiliki dampak serius bagi kesehatan tubuh dan keselamatan selama perjalanan.

Dosen fisiologi olahraga Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. dr. Zaenal Muttaqien, AIFM, mengingatkan bahwa duduk statis dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan pada sistem peredaran darah.

Menurutnya, dalam waktu satu jam saja, posisi duduk tanpa banyak gerakan sudah cukup membuat sendi menjadi kaku, terutama pada bagian lutut dan punggung.

Tak hanya itu, tubuh juga mengalami penumpukan aliran darah di bagian bawah, khususnya kaki. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan sekaligus menghambat aliran darah kembali ke jantung dan otak.

“Kalau darah lebih banyak tertahan di bawah, maka aliran ke otak berkurang. Akibatnya bisa muncul pusing, mata berkunang-kunang, bahkan hilang konsentrasi,” jelasnya, Minggu, 22 Maret 2026. 

Penurunan konsentrasi ini menjadi sangat berbahaya, terutama bagi pengemudi. Dalam situasi lalu lintas padat, sedikit saja kehilangan fokus bisa meningkatkan risiko kecelakaan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Zaenal menyarankan pemudik meluangkan waktu sejenak untuk melakukan gerakan ringan, meski hanya dalam durasi singkat.

“Luangkan waktu sekitar dua menit untuk menggerakkan kaki. Gerakan ini membantu otot betis memompa darah kembali ke atas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengatur pola pernapasan selama perjalanan. Teknik pernapasan yang baik dapat membantu meningkatkan suplai oksigen ke otak.

“Ambil napas panjang, lalu keluarkan secara perlahan. Ini membantu memperlancar aliran darah ke jantung dan otak,” tambahnya.

Selain faktor posisi tubuh, pola makan juga menjadi penyebab utama munculnya rasa kantuk saat mudik. Banyak pemudik cenderung makan berlebihan saat sahur atau berbuka, terutama selama bulan Ramadan.

Padahal, kondisi perut yang terlalu kenyang justru memicu rasa kantuk. Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan lebih banyak aliran darah untuk proses pencernaan, sehingga suplai oksigen ke otak berkurang.

“Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah mengantuk. Jika terjadi saat mengemudi, tentu sangat berbahaya,” tegasnya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mengatur pola makan secara bijak. Konsumsi makanan secukupnya dan tetap penuhi kebutuhan cairan tubuh agar tetap terhidrasi.

Selain itu, pemudik juga disarankan untuk beristirahat secara berkala, terutama jika perjalanan berlangsung dalam waktu lama. Istirahat yang cukup akan membantu mengembalikan fokus dan energi.

Zaenal menegaskan bahwa keselamatan selama mudik tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan tubuh pengemudi.

Dengan memahami risiko dan melakukan langkah pencegahan sederhana, perjalanan mudik dapat dijalani dengan lebih aman.