Selasa, 05 May 2026 10:00 UTC

Harga baru BBM nonsubsidi telah terpampang di SPBU yang berada di Jalan Jemursari, Kota Surabaya, Selasa, 5 Mei 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – Bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali mengalami penyesuaian harga akibat merosotnya nilai tukar rupiah di tengah konflik global di Timur Tengah.
Pertamina Patra Niaga mulai menerapkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada Senin, 4 Mei 2026. Adapun jenis BBM yang mengalami kenaikan harga adalah Pertamax Turbo dari Rp19.400 menjadi Rp19.000 per liter.
Kemudian, Dexlite melonjak dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan paling tinggi dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter.
Meski demikian, harga Pertamax tetap di angka Rp12.300 per liter. Kemudian, Pertamax Green 95 tetap bertahan dengan harga Rp12.900 per liter.
BACA: Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik Besok
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh sejumlah faktor eksternal yang tidak bisa dihindari.
“Penyesuaian ini mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah dunia, harga produk olahan di pasar internasional, serta fluktuasi nilai tukar rupiah,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.
Roberth menjelaskan, lonjakan harga minyak global dalam beberapa waktu terakhir turut mendorong biaya pengadaan BBM menjadi lebih tinggi. Selain itu, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga berkontribusi terhadap meningkatnya beban impor bahan bakar.
Meski demikian, Pertamina tetap menahan sebagian harga produk agar tidak seluruhnya terdampak kenaikan. Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan daya beli masyarakat.
“Sebagai BUMN yang menjalankan mandat strategis negara, kami tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata, tetapi juga kondisi masyarakat dan stabilitas nasional,” kata Roberth.
BACA: Pakar Unair Dukung Pemutakhiran Barcode Biosolar
Ia menambahkan, kebijakan ini juga mempertimbangkan situasi sosial ekonomi yang berkembang saat ini. Dengan tidak menaikkan seluruh jenis BBM non subsidi, Pertamina berupaya menjaga harga tetap kompetitif dibandingkan badan usaha lainnya.
“Tidak semua produk mengalami penyesuaian harga. Sebagian tetap dipertahankan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat serta menjaga kondisi yang kondusif,” tambahnya.
Pertamina menegaskan bahwa BBM non subsidi memang ditujukan bagi segmen konsumen yang mengikuti mekanisme pasar. Namun demikian, kebijakan harga tetap dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
Kenaikan harga BBM ini mendapatkan respon dari pelanggan, dimana M Rijal Iskandar mengaku tidak masalah dengan kenaikan harga Pertamax Dex. Namun dirinya berharap kenaikan harga tidak mengubah kualitas maupun pasokan BBM.
"Karena saya merasa stok BBM ini yang sering kosong jadi kami harap kondisi naik tidak mengubah jumlah pasokan BBM Pertamax Dex," jelasnya. (*)
