Logo

Pakar Unair Dukung Pemutakhiran Barcode Biosolar

Dinilai Efektif Tekan Penyalahgunaan Subsidi BBM
Reporter:,Editor:

Jumat, 01 May 2026 13:05 UTC

Pakar Unair Dukung Pemutakhiran Barcode Biosolar

Ilustrasi. Pengisian solar bersubsidi. Foto: Zidni

JATIMNET.COM, Surabaya – Kebijakan pemutakhiran data barcode untuk pembelian Biosolar mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperketat distribusi BBM subsidi agar lebih tepat sasaran.

Pakar ekonomi Universitas Airlangga, Prof. Imron Mawardi, menilai pembaruan sistem verifikasi tersebut penting untuk memastikan hanya masyarakat dan sektor yang berhak yang dapat mengakses Biosolar bersubsidi.

“Ini langkah yang tepat. Dengan pemutakhiran data, proses verifikasi menjadi lebih akurat sehingga hanya pihak yang berhak yang bisa mengakses BBM bersubsidi,” ujar Imron, Jumat, 1 Mei 2026.

Imron menegaskan, pengetatan distribusi menjadi kebutuhan mendesak karena selisih harga yang sangat besar antara Biosolar dan Dexlite berpotensi mendorong peralihan konsumsi dari pengguna nonsubsidi ke BBM subsidi.

“Kalau tidak diperketat, pengguna Dexlite bisa beralih ke Biosolar. Ini berisiko memperbesar beban subsidi negara,” jelasnya.

Menurutnya, validasi data yang lebih ketat juga akan menutup celah penyalahgunaan oleh kelompok masyarakat mampu yang sebelumnya masih dapat memanfaatkan kelemahan sistem.

“Faktanya masih ada data yang tidak akurat. Ini yang harus dibenahi,” ujarnya.

Imron mencontohkan kendaraan pribadi tertentu yang sebelumnya masih bisa mengakses Biosolar kini telah dibatasi berkat pembaruan sistem.

BACA: Ekonom Unair Optimistis Pengetatan Distribusi Solar Bersubsidi Tak Akan Ganggu Sektor Produktif

Meski mendukung kebijakan tersebut, Imron menilai Pertamina tetap harus memberikan kemudahan bagi kelompok yang sah menerima subsidi, khususnya pelaku usaha logistik dan sopir angkutan barang.

Untuk mendukung kelancaran implementasi, Pertamina menyiapkan 147 helpdesk di Jawa Timur guna membantu proses validasi ulang dan pemulihan barcode bagi pengguna yang berhak.

Di sisi lain, pelaku industri angkutan juga mulai merasakan dampak positif dari perbaikan sistem tersebut. DPD Aptrindo Jateng-DIY mengapresiasi koordinasi cepat Pertamina yang berhasil menormalkan sebagian besar barcode sehingga operasional distribusi barang tetap berjalan lancar.

“Sebagian besar barcode sudah kembali normal dan bisa digunakan. Kami berterima kasih atas koordinasi yang baik dengan Pertamina, sehingga operasional angkutan bisa kembali berjalan lancar,” ujar Wakil Ketua DPD Aptrindo Jateng-DIY, Dedy Untoro Harli.