Logo

Ekonom Unair Optimistis Pengetatan Distribusi Solar Bersubsidi Tak Akan Ganggu Sektor Produktif

Reporter:,Editor:

Jumat, 01 May 2026 23:44 UTC

Ekonom Unair Optimistis Pengetatan Distribusi Solar Bersubsidi Tak Akan Ganggu Sektor Produktif

Ilustrasi. Salah satu SPBU yang ada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Foto: Zidni Ilman

JATIMNET.COM, Surabaya – Pertamina memperkuat implementasi kebijakan pemutakhiran barcode Biosolar dengan menghadirkan 147 helpdesk di berbagai wilayah Jawa Timur guna memastikan pengguna sah tetap memperoleh akses BBM subsidi tanpa hambatan.

Layanan ini difokuskan untuk membantu proses validasi ulang, pemulihan barcode, serta memberikan pendampingan kepada kelompok penerima manfaat, terutama sopir truk dan pelaku usaha logistik. 

Pakar ekonomi Universitas Airlangga, Prof. Imron Mawardi, menilai langkah tersebut penting agar pengetatan distribusi subsidi tidak merugikan sektor produktif yang memang berhak.

“Sopir truk tidak perlu khawatir. Mereka bisa datang ke helpdesk untuk mengaktifkan kembali barcode, karena mereka memang berhak,” ujarnya, saat dihubungi Jatimnet.com, Sabtu, 2 Mei 2026.

Imron menegaskan, kombinasi antara pengawasan ketat dan pelayanan yang mudah menjadi kunci keberhasilan distribusi BBM subsidi yang adil.

Selain mempersempit potensi kebocoran subsidi, sistem ini juga diharapkan menjaga stabilitas distribusi logistik nasional.

Koordinasi serupa juga berjalan di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Pelaku usaha transportasi mengakui respons cepat Pertamina berhasil meminimalkan gangguan operasional.

BACA: Pakar Unair Dukung Pemutakhiran Barcode Biosolar

Wakil Ketua DPD Aptrindo Jateng-DIY, Dedy Untoro Harli, menyebut sebagian besar barcode anggota telah kembali aktif sehingga distribusi barang kembali normal.

“Sebagian besar barcode sudah kembali normal dan bisa digunakan. Kami berterima kasih atas koordinasi yang baik dengan Pertamina, sehingga operasional angkutan bisa kembali berjalan lancar,” katanya.

Apresiasi dari sektor angkutan ini menunjukkan bahwa kebijakan pengetatan subsidi dapat berjalan efektif apabila diimbangi dengan solusi layanan yang responsif.

Dengan sistem validasi yang semakin baik, Pertamina diharapkan mampu menjaga distribusi Biosolar tetap tepat sasaran tanpa mengganggu aktivitas ekonomi nasional.