Sabtu, 21 March 2026 01:00 UTC

Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak memantau proses modifikasi cuaca di Posko, Jumat, 20 Maret 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya — Pemprov Jawa Timur mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan risiko cuaca ekstrem menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Upaya ini mulai menunjukkan hasil positif setelah beberapa hari pelaksanaan.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), OMC yang digelar sejak 16 Maret 2026 mampu menurunkan potensi curah hujan dari kategori sangat lebat menjadi ringan di sejumlah wilayah. Tingkat efektivitas operasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 74 persen.
Penurunan intensitas hujan ini dinilai signifikan, terutama dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran. Cuaca yang lebih terkendali berpotensi meminimalkan gangguan perjalanan di jalur darat, laut, maupun udara.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa OMC menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang kerap meningkat saat musim hujan.
BACA: Modifikasi Cuaca Saat Musim Mudik, Khofifah: Mitigasi Potensi Cuaca Ekstrem
“Ini penting untuk disampaikan kepada masyarakat bahwa upaya yang dilakukan pemerintah daerah melalui OMC terbukti mampu mengurangi intensitas curah hujan, sehingga risiko bencana bisa ditekan,” ujarnya.
Pelaksanaan OMC dilakukan melalui serangkaian penerbangan (sortie) dengan menebarkan bahan semai ke awan. Hingga saat ini, operasi telah dilaksanakan sebanyak 10 sortie dengan total waktu terbang mencapai 19 jam 53 menit.
Dalam pelaksanaan tersebut, tim menggunakan dua jenis bahan semai, yakni kalsium oksida (CaO) dan natrium klorida (NaCl). Total bahan yang telah digunakan mencapai 8.800 kilogram CaO dan 21.000 kilogram NaCl.
Pada hari keempat pelaksanaan, Kamis (19/3/2026), operasi dilakukan dalam tiga sortie. Penyemaian pertama menyasar wilayah Mojokerto, Jombang, dan Lamongan bagian selatan. Selanjutnya, operasi difokuskan ke wilayah Malang dan Blitar, sebelum kembali diarahkan ke Lamongan pada sortie terakhir.
Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi. Dengan pengendalian tersebut, intensitas hujan dapat ditekan sebelum mencapai wilayah padat aktivitas masyarakat.
BACA: Cek Langsung ke Juanda, Emil Dardak Pastikan Mitigasi Cuaca Ekstrem Jelang Mudik
Efektivitas OMC menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus mudik Lebaran. Kondisi cuaca yang lebih stabil diharapkan mampu mengurangi potensi gangguan perjalanan, termasuk kemacetan akibat banjir atau hambatan transportasi lainnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan operasi ini akan terus dilakukan secara intensif selama periode Lebaran, mengingat potensi cuaca ekstrem masih cukup tinggi di sejumlah wilayah.
Dengan hasil yang mulai terlihat, pelaksanaan OMC diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, sekaligus menekan risiko bencana selama periode libur Lebaran.
