Logo

Modifikasi Cuaca Saat Musim Mudik, Khofifah: Mitigasi Potensi Cuaca Ekstrem

Reporter:,Editor:

Selasa, 17 March 2026 12:00 UTC

Modifikasi Cuaca Saat Musim Mudik, Khofifah: Mitigasi Potensi Cuaca Ekstrem

Kondisi cuaca di Kota Surabaya selama beberapa hari ini sulit diprediksi karena kondisi panas tiba-tiba bisa mendung dan hujan. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi perangkat daerah (OPD) dengan pemangku kepentingan terkait dalam mempersiapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Tujuannya, menjaga keamanan, kelancaran, dan kenyamanan momentum tahunan yang disertai meningkatnya mobilitas penduduk tersebut.

Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) selama sepuluh hari sejak 16-25 Maret 2026.

“Upaya ini dilakukan sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem selama masa mudik dan Lebaran,” kata Khofifah, Selasa, 17 Maret 2026.

Ia juga meminta Dinas Perhubungan Provinsi Jatim dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim untuk berkoordinasi dengan BMKG. Koordinasi ini bertujuan memastikan masyarakat dapat bersilaturahmi, mudik, dan berwisata dengan aman dan nyaman.

BACA: Antisipasi Bencana Selama Lebaran, BPBD Jatim Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan bahwa pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut dari analisis prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Prakiraan cuaca tersebut menunjukkan masih adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Jatim.

“Karena berdasar data BMKG, cuaca ekstrem masih akan terjadi di sejumlah daerah, maka atas izin dan arahan Ibu Gubernur, kami melakukan OMC selama sepuluh hari, mulai tanggal 16 Maret sampai tanggal 25 Maret,” jelas Gatot.

Ia menjelaskan, OMS dilaksanakan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi. Mulai dari banjir, tanah longsor maupun cuaca ekstrem lainnya yang dapat mengganggu aktivitas warga selama periode mudik Lebaran.