Senin, 16 March 2026 10:00 UTC

BPBD Jatim mulai melakukan modifikasi cuaca selama lebaran 2026, Senin, 16 Maret 2026. Foto: BPBD Jatim.
JATIMNET.COM, Surabaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi hingga beberapa hari ke depan hingga setelah Hari Raya Idulfitri 2026.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 10 hari. Tujuannya, menekan potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto, mengatakan operasi tersebut direncanakan berlangsung mulai 16 Maret hingga lima hari setelah Lebaran.
Kebijakan itu diambil berdasarkan analisis prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan masih adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Jawa Timur.
“Karena berdasar data BMKG, cuaca ekstrem masih akan terjadi di sejumlah daerah, maka atas izin dan arahan Ibu Gubernur, kami melakukan OMC selama sepuluh hari, mulai tanggal 16 Maret sampai tanggal 25 Maret,” kata Gatot, Senin, 16 Maret 2026.
Gatot menjelaskan, OMC tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
Mulai dari banjir, tanah longsor maupun cuaca ekstrem lainnya yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat selama periode mudik Lebaran. "Ini sebagai langkah untuk memgantipasi," terangnya.
Menurut Gatot, pada masa angkutan Lebaran biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan, baik pemudik yang pulang ke kampung halaman maupun wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi di Jawa Timur.
“Kegiatan OMC ini dilakukan selama musim mudik Lebaran untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di sejumlah daerah, karena kita tahu bahwa mobilitas masyarakat saat Lebaran sangat tinggi,” ujarnya.
Selama pelaksanaan operasi tersebut, BPBD Jawa Timur menargetkan sebanyak 22 sorti penerbangan untuk melakukan penyemaian awan di wilayah yang dinilai memiliki potensi hujan tinggi.
“Selama 10 hari itu akan ada 22 sorti OMC yang akan dilakukan untuk mengantisipasi wilayah-wilayah yang punya ancaman ekstrem,” ujarnya.
