Senin, 27 July 2026 08:00 UTC

Ilustrasi: Langkah lebih nyaman. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Banyak orang kini lebih memperhatikan fungsi, kualitas bahan, serta kenyamanan saat digunakan daripada mengejar model yang sedang populer.
Perubahan ini terlihat jelas di berbagai kota besar, termasuk Surabaya. Aktivitas yang padat membuat masyarakat menghabiskan lebih banyak waktu berjalan kaki, berpindah gedung, menggunakan transportasi umum, hingga berdiri dalam durasi yang cukup lama.
Kondisi tersebut menjadikan kenyamanan sebagai kebutuhan, bukan lagi sekadar pelengkap gaya berpakaian.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran rumah tangga Indonesia untuk kelompok pakaian dan alas kaki berada di kisaran 3 persen dari total konsumsi rumah tangga.
Persentase yang relatif kecil ini mendorong masyarakat memilih produk yang memiliki daya pakai lebih lama sehingga pembelian terasa lebih bernilai.
Aktivitas Harian Membutuhkan Alas Kaki yang Andal
Rutinitas masyarakat perkotaan mengalami perubahan cukup besar dalam beberapa tahun terakhir. Seseorang bisa berpindah dari kantor ke pusat perbelanjaan, bertemu klien, hingga menghadiri kegiatan komunitas hanya dalam satu hari.
Sepatu yang terlalu mengutamakan tampilan sering kali kurang mendukung mobilitas tinggi. Sebaliknya, model yang ergonomis membantu menjaga kenyamanan meski digunakan selama berjam-jam.
Pilihan seperti sneakers kasual, loafers berbahan ringan, hingga sepatu berbantalan empuk menjadi semakin populer karena mampu mengakomodasi berbagai aktivitas tanpa harus berganti alas kaki.
Di kawasan pusat bisnis Surabaya maupun area pedestrian seperti Tunjungan, semakin banyak pekerja yang memadukan pakaian semi formal dengan sepatu kasual. Gaya ini dianggap lebih fleksibel sekaligus tetap terlihat profesional.
Kesehatan Kaki Tidak Boleh Diabaikan
Kenyamanan sepatu bukan hanya soal rasa saat berjalan. Alas kaki yang sesuai membantu menopang telapak kaki, mengurangi tekanan pada lutut, hingga menjaga postur tubuh tetap seimbang.
Menurut American Podiatric Medical Association (APMA), sekitar 77 persen orang dewasa pernah mengalami nyeri pada kaki, tetapi hanya sekitar sepertiga yang mencari penanganan dari tenaga kesehatan. Salah satu penyebab yang sering ditemukan adalah penggunaan alas kaki yang kurang sesuai dengan bentuk dan aktivitas kaki.
Organisasi tersebut juga menekankan bahwa ukuran sepatu yang tepat, bantalan yang memadai, serta ruang jari yang cukup berperan penting dalam menjaga kenyamanan saat beraktivitas.
Fakta ini menjelaskan mengapa banyak konsumen mulai mencoba sepatu secara langsung sebelum membeli. Mereka tidak hanya mempertimbangkan desain, tetapi juga bagaimana sepatu tersebut terasa ketika digunakan berjalan.
Tren Bergeser ke Produk yang Lebih Fungsional
Perusahaan fesyen global mulai merespons perubahan perilaku konsumen dengan menghadirkan produk yang menggabungkan desain dan kenyamanan. Teknologi bantalan ringan, material yang lebih fleksibel, serta sirkulasi udara yang baik menjadi nilai tambah yang semakin dicari.
Laporan McKinsey & Company dalam The State of Fashion beberapa tahun terakhir menunjukkan konsumen global semakin mempertimbangkan kualitas, daya tahan, dan nilai guna ketika membeli produk fesyen. Perubahan perilaku ini muncul seiring meningkatnya kesadaran terhadap pengeluaran rumah tangga dan keberlanjutan lingkungan.
Pilihan tersebut membuat banyak orang tidak lagi membeli alas kaki hanya karena modelnya sedang populer. Sepatu yang dapat digunakan untuk bekerja, berjalan santai, hingga menghadiri acara informal justru menjadi investasi yang lebih masuk akal.
Gaya Berpakaian Dimulai dari Langkah yang Nyaman
Sepatu sering menjadi elemen pertama yang menopang seluruh aktivitas harian. Ketika alas kaki terasa nyaman, seseorang dapat bergerak lebih leluasa tanpa harus terganggu oleh rasa pegal atau nyeri.
Hal itu menjelaskan mengapa tren gaya berpakaian modern semakin mengarah pada keseimbangan antara penampilan dan fungsi. Tampilan tetap rapi, tetapi tidak mengorbankan kenyamanan.
Sepatu yang nyaman bukan sekadar pelengkap outfit. Pilihan tersebut menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih praktis, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang aktif bergerak setiap hari.
