Semburan Abu Vulkanik Bromo Ganggu Ekosistem Satwa Liar

Zulkiflie

Rabu, 20 Maret 2019 - 18:48

JATIMNET.COM, Probolinggo – Semburan abu vulkanik Gunung Bromo yang berlangsung pada 18-19 Maret 2019 lalu tak hanya menutupi areal rest wisata dan perkampungan warga Sukapura, Probolinggo. Peristiwa alam itu sekaligus menganggu ekosistem flora dan fauna di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kepala Resort Lautan Pasir Gunung Bromo Subur Hari Handoyo mengatakan kera ekor panjang dan Lutung Jawa yang biasa berkeliaran di sekitar gunung, kini tak tampak lagi. Begitu juga Elang Jawa, tak lagi terlihat terbang sejak intensitas hujan abu meningkat.

BACA JUGA: Puncak B29 Ditutup Akibat Erupsi Bromo

Kawanan binatang liar diduga mencari lokasi baru yang lebih aman. “Pengaruh guyuran abu vulkanik,” katanya, Rabu 20 Maret 2019.

Tak hanya satwa, ia mengatakan, tumbuhan hutan bertumbangan karena paparan abu vulkanik. Pepohonan cemara misalnya, banyak yang rusak akibat tak mampu menahan tumpukan abu. 

TUMBANG. Sebuah pohon tumbang karena tak mampu menahan guyuran abu vulkanik Gunung Bromo di Probolinggo. Selain menganggu satwa,hujan abu juga merusak tanaman. Foto: Zulkiflie.

TUMBANG. Sebuah pohon tumbang karena tak mampu menahan guyuran abu vulkanik Gunung Bromo di Probolinggo. Selain menganggu satwa,hujan abu juga merusak tanaman. Foto: Zulkiflie.

Sementara bunga Edelwis, yang dikenal juga sebagai ‘bunga abadi’, rusak tertutup abu. “Satwa liar dan tanaman sekitar banyak terganggu,” katanya.

BACA JUGA: Diguyur Abu Vulkanik, Tiltmeter Gunung Bromo Sempat Rusak

Sementara itu, per pukul 12.00 WIB 20 Maret 2019, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat dari kawah Gunung Bromo tersembur juga asap setinggi 600-1.200 meter.

Tekanan semburan asap bervariasi. Dari yang lemah hingga kuat, dari yang berwarna kelabu, cokelat,hingga hitam. Intensitas guyuran abu vulkanis pun tercatat ada yang tipis, sedang, dan tebal.

Baca Juga

loading...