Logo

Sembilan Jemaah Laporkan PT Annisa Ahmada ke Polisi

Buntut dari ketidakpastian keberangkatan umrah
Reporter:,Editor:

Selasa, 22 September 2026 01:00 UTC

Sembilan Jemaah Laporkan PT Annisa Ahmada ke Polisi

Sembilan calon jemaah umrah bersama kuasa hukumnya melaporkan PT Anissa Ahmada Travelindo karena dugaan penipuan dan penggelapan ke Mapolres Mojokerto Kota, Senin, 21 September 2026. Foto: Wanto.

JATIMNET.COM,  Mojokerto – Ketidakpastian keberangkatan umrah bagi sejumlah warga yang telah mendaftar dan membayar ke PT Annisa Ahmada Travelindo bergulir ke ranah hukum.

Sembilan warga Kota Mojokerto yang sebelumnya hendak ke Tanah Suci, melaporkan perseroan tersebut ke Polres Mojokerto Kota, Senin, 21 September 2026. Mereka mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan dengan nilai kerugian sekitar Rp235 juta.

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP M Kevin Ramadhan mengatakan telah menerima laporan dari sembilan orang terkait permasalahan tersebut.

“Sekarang kami masih buatkan laporannya. Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami lidik dulu untuk sementara,” katanya.

Laporan tersebut bukan kali pertama diterima pihak kepolisian. Sehari sebelumnya, atau Minggu, 20 September, korps berseragam cokelat juga menerima satu laporan terkait persoalan yang sama.

Kevin menyebut, para pelapor yang datang ke mapolres merupakan warga Kota Mojokerto.

Sementara itu, kuasa hukum pelapor dari YLBH Garda Sakera, Mujiono, mengatakan sembilan calon jemaah yang didampingi mengalami kerugian total sekitar Rp235 juta.

“Total hari ini sembilan orang. Di posko kami terus bertambah korban dari PT Annisa Ahmada Travelindo. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh Unit IV Satreskrim Polres Mojokerto Kota,” ujarnya.

Advokat YLBH Garda Sakera, Ach Maulana Robitoh, menambahkan, dua dari sembilan orang tersebut bertindak sebagai pelapor dalam laporan awal. Salah satunya Rahayu,39 tahun, warga Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Ia menjelaskan, sejumlah korban mengenal dan mendapatkan informasi paket umrah PT Annisa Ahmada Travelindo melalui media sosial, termasuk siaran langsung TikTok.

Harga paket yang ditawarkan disebut lebih rendah dibandingkan harga yang umum ditawarkan sejumlah biro perjalanan umrah.

“Dari harga umum travel-travel umrah itu ada yang Rp30 juta sampai Rp35 juta. Ini ada yang hanya membayar sekitar Rp22 juta, kemudian saat mau berangkat tambah Rp3 juta. Ada juga yang Rp26 juta. Ini tergolong harga yang paling murah,” katanya.

Maulana menambahkan, sejumlah calon jemaah kini telah mengambil paspor mereka. Namun, menurut informasi yang diterima pihaknya, terdapat korban yang mengaku mendapat informasi adanya potongan apabila mengajukan pengembalian dana.

“Sudah bayar lunas, belum berangkat, mau minta pengembalian, informasinya dipotong Rp7 juta per jemaah. Ini kan merugikan. Tapi informasi itu belum kami kroscek ke PT Annisa Ahmada Travelindo karena sampai sekarang belum bisa dihubungi,” ujarnya.