Logo

Lansia Penjaga Toko Sembako di Jember Ditemukan Terluka, Uang dan HP Hilang

Reporter:,Editor:

Kamis, 05 November 2026 22:30 UTC

Lansia Penjaga Toko Sembako di Jember Ditemukan Terluka, Uang dan HP Hilang

Ilustrasi perampokan. Freepik

JATIMNET.COM, Jember  – Seorang perempuan lanjut usia (lansia) mengalami luka saat menjaga toko sembako di Dusun Semboro Pasar, Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Kamis malam, 5 November 2026. Polisi masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut setelah menemukan sejumlah barang milik korban dilaporkan hilang.

Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 18.30 hingga 19.00 WIB itu menyisakan sejumlah tanda tanya. Selain mengalami luka hingga harus mendapatkan perawatan medis, korban juga kehilangan uang dan satu unit telepon genggam (HP).

Informasi sementara menyebutkan, korban sedang menjaga toko seorang diri ketika peristiwa itu terjadi. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya tindak kriminal yang menyasar korban saat toko dalam keadaan sepi.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan apakah kejadian tersebut merupakan pencurian dengan kekerasan atau penganiayaan. Penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memastikan peristiwa yang menimpa lansia tersebut.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo, mengatakan petugas langsung menindaklanjuti laporan masyarakat setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.

"Sementara kami mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai dugaan pencurian yang menyebabkan korban mengalami luka. Namun, belum bisa dipastikan apakah ini murni pencurian atau penganiayaan. Korban masih dalam perawatan medis," ungkap Andry.

Petugas gabungan dari Polsek Semboro dan Satreskrim Polres Jember kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengumpulkan keterangan awal guna mengidentifikasi dan mengejar terduga pelaku.

Andry mengatakan, polisi belum dapat memastikan motif maupun bentuk tindak pidana yang terjadi. Selain masih melakukan pengejaran, penyidik juga belum bisa meminta keterangan langsung dari korban karena kondisinya masih membutuhkan penanganan medis.

"Sementara kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Untuk motifnya, apakah merupakan pencurian dengan kekerasan atau penganiayaan, masih belum dapat dipastikan. Korban masih menjalani perawatan medis sehingga belum bisa dimintai keterangan," ujarnya saat dikonfirmasi di sela proses olah TKP.

Berdasarkan informasi awal yang diterima penyidik, dua jenis barang milik korban yang dilaporkan hilang adalah uang tunai dan satu unit HP.

"Untuk sementara, barang yang hilang hanya berupa uang dan HP milik korban. Kejadiannya sekitar waktu Magrib. Saat ini anggota masih melakukan olah TKP," jelasnya.

Peristiwa tersebut turut menyita perhatian warga setelah video kondisi korban beredar melalui media sosial dan sejumlah grup WhatsApp. Rekaman berdurasi sekitar 11 detik itu memperlihatkan korban sedang mendapatkan penanganan medis di sebuah puskesmas.

Video tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa lansia itu menjadi korban perampokan saat menjaga toko. Namun, polisi belum membenarkan dugaan tersebut karena masih menunggu hasil penyelidikan.

Andry menegaskan, keterangan langsung dari korban menjadi salah satu bagian penting untuk mengungkap kejadian secara utuh. Penyidik akan meminta keterangan setelah kondisi korban memungkinkan untuk menjalani pemeriksaan.

Hingga Kamis malam, polisi masih mendalami kejadian di lokasi dan melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Penyidik juga belum memastikan tindakan yang menyebabkan korban mengalami luka.

Selanjutnya, polisi akan mencocokkan keterangan korban dengan hasil olah TKP serta informasi dari para saksi. Langkah tersebut diharapkan dapat mengungkap kronologi kejadian sekaligus memastikan apakah hilangnya uang dan HP berkaitan dengan dugaan tindak kekerasan terhadap korban.