Satu CPNS Dicoret Lantaran Terdaftar Caleg

Baehaqi Almutoif

Selasa, 5 Februari 2019 - 18:11

JATIMNET.COM, Surabaya – Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Jawa Timur mencoret satu calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang terdaftar sebagai calon legislatif (Caleg).

“Yang tidak lolos seleksi total ada delapan orang. Satu caleg, dua tidak sesuai dengan akreditas dan lima orang tidak hadir pemberkasan,” ujar Kepala BKD Jatim Anom Surahno, Selasa 5 Februari 2019.

Ditambahkan Anom bahwa satu CPNS yang dicoret lantaran terdaftar caleg ini tinggal menunggu seleksi administrasi. Selain itu, CPNS ini sudah dinyatakan lolos dari semua pemberkasan awal.

BACA JUGA: Pemkab Ponorogo Coret Peserta CPNS

Dalam Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN disebutkan bahwa pegawai negeri sipil tidak boleh menjadi anggota atau pengurus partai. Ini berlaku juga bagi CPNS yang sudah lulus seleksi, dan tinggal menunggu surat pengangkatan.

Hanya saja Anom enggan menyebutkan sosok yang lolos tes CPNS tapi terdaftar sebagai caleg. Begitu juga dengan nama partainya masih digenggam Anom.

“Kalau yang dua tidak sesuai akreditasi, keduanya mendaftarkan sebagai CPNS kumlot tetapi akreditasi universitasnya B. Padahal yang disyaratkan untuk lolos seharusnya A,” ungkap Anom.

BKD Jawa Timur mengaku menunggu putusan dari Badan Kepagawaian Negara (BKN). Surat permohonan menaikkan peringkat di bawah CPNS yang dicoret telah dikirim.

BACA JUGA: Ini Estimasi Besaran Kenaikan Gaji PNS 2019

Eman-eman nek ditinggal (sayang sekali kalau ditinggal). Tinggal delapan kita ajukan permohonan agar diganti dengan grade yang ada di bawahnya untuk naik. Langkah ini kami ambil untuk mengisi kekosongan,” sebutnya.

Selain mengajukan delapan formasi yang dicoret di tahap pemberkasan, masih menurut Anom, pihaknya juga tengah mengajukan kekosongan 1.781 kursi. Dari total 2.065 formasi yang dibuka oleh pemerintah.

Formasi yang kosong tersebut didominasi oleh dokter spesialis. Untuk mengisinya, BKD Jatim telah mengirim surat ke pemerintah pusat meminta agar ada solusi untuk mengisi kekosongan dokter spesialis.

“Kami sudah minta agar ada formasi khusus. Tapi sampai sekarang belum turun. Sudah diajukan sejak tidak ada pendaftar,” tandas Anom.

Baca Juga

loading...