Logo

Santri Mambaul Ulum Belajar Ekonomi Syariah Lewat Game

Tim Sahabat Syariah Si Halal ITS Luncurkan Edulca
Reporter:,Editor:

Senin, 24 August 2026 10:30 UTC

Santri Mambaul Ulum Belajar Ekonomi Syariah Lewat Game

Penampilan paduan suara santriwati Ponpes Mambaul Ulum turut memeriahkan pembukaan International Joint Community Engagement Program 2026.

JATIMNET.COM, Mojokerto - Belajar ekonomi syariah tidak selalu harus berlangsung lewat buku dan penjelasan di ruang kelas.

Di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Mojokerto, para santri diajak mengenal prinsip keuangan dan bisnis halal melalui aplikasi pembelajaran berbasis permainan.

Pendekatan tersebut diperkenalkan Tim Sahabat Syariah Halal dari Departemen Sistem Informasi dan Pusat Studi Halal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Eduloca.

Edukasi ini menjadi bagian dari International Joint Community Engagement Program 2026 yang berlangsung pada 24-26 Agustus 2026.

Perwakilan Ponpes Mambaul Ulum menyampaikan sambutan sekaligus menyambut baik kehadiran tim Sahabat Syariah Si Halal ITS

Sebanyak 135 santri dari berbagai sekolah di bawah naungan Pondok Pesantren Mambaul Ulum mengikuti kegiatan tersebut. Program ini juga menjadi ruang kolaborasi ITS dengan Universiti Teknologi Petronas (UTP), Malaysia, dalam pengabdian kepada masyarakat berskala internasional.

Dalam kegiatan tersebut, santri tidak hanya mendapatkan materi mengenai ekonomi syariah, tetapi juga langsung diperkenalkan dengan cara belajar melalui Eduloca. Platform yang dapat diakses melalui situs Eduloca itu menggunakan pendekatan gamifikasi agar materi lebih mudah dipahami sekaligus membuat peserta lebih aktif selama proses pembelajaran.

Abel, penanggung jawab materi, mengatakan Eduloca menggabungkan materi ekonomi syariah dengan sejumlah fitur interaktif. Peserta dapat memperoleh experience points (XP), badge, mengikuti leaderboard, mendapatkan sertifikat, hingga memanfaatkan Asisten AI selama proses belajar.

“Melalui konsep belajar sambil bermain, Eduloca menggabungkan materi pembelajaran dengan berbagai game edukasi, XP, badge, leaderboard, sertifikat, dan Asisten AI, sehingga proses belajar terasa lebih menarik dan mudah dipahami,” jelasnya.

Anggota tim Sahabat Syariah Si Halal memaparkan fitur-fitur utama aplikasi Eduloca kepada peserta.

Fitur tersebut juga dilengkapi dasbor pembelajaran yang membantu pengguna memantau perkembangan secara lebih terstruktur. Pengguna dapat mengatur target belajar, melihat riwayat aktivitas, serta memperoleh rekomendasi modul sesuai kebutuhan.

Bagi peserta, pola belajar seperti ini membuat materi ekonomi syariah terasa lebih dekat. Annisah Qothrun Nada, salah satu siswa yang mengikuti kegiatan, mengaku lebih tertarik mengikuti materi karena dikemas menyerupai permainan.

“Serunya belajar pakai Eduloca itu kayak main game biasa, tapi ternyata jadi paham konsep ekonomi syariah dari situ. Apalagi bisa dapat XP dan badge, jadi lebih semangat buat nyelesain materinya,” katanya.

Foto bersama seluruh peserta dan panitia International Joint Community Engagement Program 2026.

Perwakilan Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Ahmad Muhammad, S.Pd.I., menyambut baik pemanfaatan teknologi dalam pengenalan ekonomi syariah kepada santri. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diikuti lingkungan pesantren agar kemampuan santri tidak hanya bertumpu pada pengetahuan keagamaan.

“Kami sangat bangga santri-santri di sini bisa mendapat kesempatan belajar ekonomi syariah lewat aplikasi yang canggih seperti ini. Semoga ke depannya pesantren bisa terus mengikuti perkembangan teknologi, sehingga santri tidak hanya paham ilmu agama, tapi juga melek digital,” ujarnya.

Foto bersama pihak Ponpes Mambaul Ulum, tokoh masyarakat, dan tim penyelenggara di penghujung acara.

International Joint Community Engagement Program 2026 sendiri melibatkan 20 mahasiswa dan satu dosen UTP, serta 23 mahasiswa dan 13 dosen ITS. Kolaborasi tersebut tidak hanya mempertemukan peserta dari dua negara, tetapi juga membawa materi edukasi ekonomi syariah ke lingkungan pendidikan pesantren.

Ketua Tim Sahabat Syariah Si Halal, Crystal, berharap penggunaan Eduloca dapat berlanjut setelah kegiatan berakhir dan menjangkau lebih banyak santri maupun pelajar di sekolah mitra.

“Kami berharap Eduloca tidak berhenti sampai di sini. Semoga aplikasi ini bisa terus dipakai dan dikembangkan, supaya makin banyak santri dan pelajar yang punya pemahaman ekonomi syariah yang kuat sejak dini,” pungkasnya.

Pengembangan edukasi melalui teknologi tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas. (adv/inforial)