Minggu, 07 June 2026 00:30 UTC

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa membubuhkan tanda tangan dalam buku yang dibawa Komunitas Guru Belajar Nusantara di Pendopo Graha Maja Tama, Sabtu, 6 Juni 2026. Foto: Diskominfo.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi, peran guru justru dinilai semakin penting.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak akan pernah menggantikan fungsi guru sebagai pembentuk karakter dan penuntun generasi muda.
Pandangan tersebut disampaikan bupati yang akrab disapa Gus Barra saat menghadiri Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII yang digelar Komunitas Guru Belajar Nusantara di Pendopo Graha Maja Tama, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurut Gus Barra, dunia pendidikan saat ini sedang menghadapi perubahan besar. Informasi dapat diakses dengan mudah melalui internet, bahkan kecerdasan buatan mampu menjawab berbagai pertanyaan dalam hitungan detik. Namun, kondisi tersebut tidak membuat peran guru berkurang.
Sebaliknya, guru memiliki posisi yang tidak dapat digantikan teknologi karena berperan membentuk karakter, menanamkan nilai kehidupan, sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi peserta didik.
"Guru hari ini adalah fasilitator pembelajaran, pembimbing karakter, penggerak perubahan, sekaligus inspirator bagi peserta didik," ujarnya.
Gus Barra menilai tantangan pendidikan masa kini tidak lagi sebatas bagaimana siswa memperoleh pengetahuan.
Tantangan yang lebih besar adalah menyiapkan generasi yang mampu berpikir kritis, beradaptasi dengan perubahan, memiliki kepedulian sosial, serta tetap memegang teguh nilai-nilai kebangsaan.
Karena itu, kualitas guru menjadi faktor yang sangat menentukan masa depan daerah. Menurutnya, ketika berbicara tentang masa depan Kabupaten Mojokerto, sesungguhnya tentang kualitas pendidikan yang saat ini diterima generasi muda.
"Ketika kita berbicara tentang masa depan Mojokerto, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang pendidikan. Dan ketika kita berbicara tentang pendidikan, pada hakikatnya kita sedang berbicara tentang para guru," katanya.
Ia menuturkan, hampir setiap orang memiliki sosok guru yang membekas dalam perjalanan hidupnya. Bukan semata karena pelajaran yang diajarkan, melainkan karena motivasi, keteladanan, dan kepercayaan diri yang ditanamkan selama proses pendidikan.
Menurut Gus Barra, dampak pengabdian seorang guru tidak berhenti ketika murid lulus sekolah. Pengaruh tersebut terus hidup melalui karya, prestasi, dan kontribusi para murid di tengah masyarakat.
Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus terus dilakukan agar mampu mengikuti perkembangan zaman yang bergerak sangat cepat. Forum seperti Temu Pendidik Nusantara dinilai penting sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat kolaborasi antarpendidik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Guru Belajar Nusantara yang selama ini konsisten menghadirkan ruang pengembangan kapasitas bagi para guru.
Lebih jauh, Gus Barra mengingatkan bahwa investasi terbesar sebuah daerah bukanlah gedung tinggi atau infrastruktur megah, melainkan kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak dini melalui pendidikan.
"Sesungguhnya investasi terbesar yang dapat kita berikan kepada daerah ini bukanlah bangunan yang megah, melainkan generasi muda yang berkualitas, berintegritas, dan siap membawa Mojokerto menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing," pungkasnya.
