RSJ Ini Turut Selenggarakan Pemilu untuk ODGJ

David Priyasidharta

Minggu, 31 Maret 2019 - 08:43

JATIMNET.COM, Jakarta - Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor memfasilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang akan menyalirkan hak pilihnya dalam Pemilu Serentak pada 17 April 2019 mendatang. Sebuah tempat pemungutan suara akan disiapkan di lingkungan rumah sakit untuk pelaksanaan pencoblosan.

"Ada, akan dilaksanakan," kata Direktur Utama RSJ Marzoeki Mahdi Bogor Bambang Eko Sunaryanto saat dihubungi di Jakarta, Sabtu 31 Maret 2019.

Menurut Bambang, alasan pihaknya menyelenggarakan pemilu untuk pasien di rumah sakit jiwa ialah untuk memberikan kesempatan bagi tiap warga negara Indonesia dalam mendapatkan haknya untuk memilih dalam pesta demokrasi.

BACA JUGA: Ratusan ODGJ di Jatim Masih Terpasung

"Karena sesuai dengan hak asasi manusia, bahwa setiap warga dijamin hak politiknya. Kecuali apabila ada kendala-kendala atau kekuatan yang tidak memungkinkan untuk menggunakan hak pilihnya, atau secara administrasi menjadi kendala," terang Bambang.

Dia mengizinkan pasien ODGJ di RSJ Marzoeki Mahdi yang tidak memiliki kendala secara administratif serta memiliki kemampuan untuk memilih agar menggunakan hak pilihnya pada pelaksanaan pemilu 17 April 2019.

RSJ Marzoeki Mahdi Bogor pada pemilu 2014 telah menyelenggarakan pemilu untuk para pemilih ODGJ dengan membuatkan TPS di lingkungan rumah sakit. Bambang menjelaskan pemilih ODGJ cukup berminat dalam menggunakan hak pilihnya.

BACA JUGA: RSJ Ajari Pasiennya Mencoblos di Pileg dan Pilpres

Bambang menjelaskan pihaknya juga telah menyiapkan pendamping yang merupakan perawat rumah sakit apabila sewaktu-waktu ada pasien yang membutuhkan pendampingan dalam memilih.

Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat Indonesia Yeni Rosa Damayanti juga menjelaskan pelaksanaan pemilu pada tahun lalu di RSJ Marzoeki Mahdi bahkan dilakukan secara aktif dengan petugas KPU yang membawa kotak suara mendatangi pemilih ODGJ.

"Kalau pasien yang mau memilih dia akan meminta, tapi ada yang nggak mau, kita tidak memaksa," jelas dia. (ant)

Baca Juga

loading...