Risma Ingatkan Warga Surabaya Hormati dan Kuatkan Perbedaan

Khoirotul Lathifiyah
Khoirotul Lathifiyah

Minggu, 17 Maret 2019 - 15:29

JATIMNET.COM, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengingatkan warga Surabaya agar saling menghormati perbedaan agama dan keyakinan. Pesan ini disampaikan tak lepas dari tragedi bom gereja dan Mapolrestabes di Surabaya pada 13-14 Mei 2018, yang berdampak gagalnya perayaan HUT Surabaya.

“Tahun lalu kita tidak bisa menggelar Festival Rujak Uleg dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS), karena diuji Tuhan. Peristiwa tersebut harus dijadikan pelajaran, agar bisa saling menjaga dan menghargai,” kata Risma di sela-sela acara Festival Rujak Uleg 2019 di Jl Kembang Jepun, Minggu 17 Maret 2019.

Dia meminta seluruh warga Surabaya harus saling menghargai dan saling menjaga satu sama lain. Apalagi baru-baru ini terjadi insiden penembakan terhadap warga muslim di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru.

BACA JUGA: Pemkot Kerahkan Tim Khusus Amankan Festival Rujak Uleg

Peristiwa teroris tersebut, lanjut Risma, warga Surabaya diimbau agar tidak saling membenci, menyimpan dendam apalagi terprovokasi. Menurutnya hal yang perlu dilakukan adalah bergandengan tangan untuk memperoleh perdamaian.

“Kita ingin bersaudara, tidak boleh ada benci dan dendam. Karena tidak ada agama mana pun yang mengajarkan itu. Seluruh warga Surabaya, ayo kita bergandengan tangan. Dan semoga para korban di Selandia Baru meninggal khusnul kotimah,” kata Risma.

Pada kesempatan itu, Risma menyampaikan penghargaan dari pemerintah pusat kegiatan Festival Rujak Uleg tersebut. Sebab kandungan gizi makanan khas Suroboyo ini lebih terjamin.

BACA JUGA: Cetak Rekor MURI dengan Cobek Raksasa

“Gizinya sudah lengkap. Ada sayur, daging, dan buah-buahan. Rujak ini gizinya sudah lengkap, dan sudah masuk hak paten dan hak merek di Kota Surabaya. Insya Allah tidak ada yang bisa ngambil dari Surabaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menyampaikan bahwa festival ini untuk melestarikan makanan khas Surabaya (rujak uleg).

Diadakannya kegiatan besar di setiap tahun ini juga dijadikan daya tarik Kota Surabaya untuk lebih mengenal Kota Pahlawan ini.  

“Tahun ini agak spesial, karena bisa mencatat rekor MURI, yang tidak hanya tingkat nasional tapi tingkat dunia, berkat cobek raksasa yang mencapai 2,5 meter dan pesertanya mencapai 1.800 lebih,” kata Antiek.

Baca Juga

loading...