JATIMNET.COM, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghimbau kepada 66 pejabat yang dilantik untuk bertanggung jawab mengemban tugas yang diterima. Apalagi para pejabat yang dilantik itu sudah bersumpah di bawah kitab suci masing-masing agama.

“Namun, kalau itu pun masih kurang, tolong keluar saja dari PNS. Saya sudah berkomunikasi dengan KPK, termasuk tunjangan yang ada di pemerintah kota, jadi tolong sekali lagi, tolong jangan buat saya sedih karena saya sudah memberikan yang terbaik untuk teman-teman,” kata Risma dalam Pelantikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Kota lobby lantai II Balai Kota Surabaya, Senin 15 April 2019.

Risma mengungkapkan, tidak pernah sedikit pun berpikir menjelek-jelekkan para pejabat Pemkot Surabaya. Terkecuali pejabat itu sendiri yang berbuat jelek.

“Jadi, saya minta tolong dijaga amanah ini. Sudah cukup yang kemarinnya, tolong jangan diulangi lagi, tolong jangan diulangi lagi,” kata Risma.

BACA JUGA: Risma Dorong Toko Kelontong Ambil Peluang di Bulan Ramadan

Selanjutnya, Risma meminta kepada para pejabat yang dilantik hari ini untuk langsung bekerja mulai besok, sesuai dengan posisi masing-masing. 

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya mengaku, sengaja melantik para pejabat Pemkot Surabaya hari ini (Senin 15 April 2019), karena mereka harus segera bertanggung jawab dengan wilayahnya.

Apalagi, sebentar lagi akan menghadapi Pileg dan Pilpres 2019 yang menyita tenaga dan pikiran.

“Selamat bertugas di tempat yang baru dan tidak usah ada sesuatu yang aneh, karena ini sudah kehendak Tuhan,” katanya.

BACA JUGA: Final Piala Presiden, Risma Imbau Bonek Tak ke Malang

Kepala Dinas Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya Mia Shanti Dewi menjelaskan, pelantikan 66 pejabat tersebut terdiri dari 23 pejabat yang mendapatkan promosi, dan 43 di antaranya akibat rotasi. 

Sedangkan, jika berdasarkan eselon, ada 1 orang eselon II.b, 8 orang eselon III.a, 7 orang eselon III.b, 33 orang eselon IV.a, dan 17 orang eselon IV.b.

“Kalau dari jabatan, ada satu orang jadi staf ahli Wali Kota Surabaya, diangkat jadi Camat ada dua orang, Sekretaris Kecamatan 2 orang, Lurah 12 orang, Sekretaris Kelurahan 2 orang, Sekretaris Dinas/Badan 6 orang, Kepala Bidang 6 orang, Kepala UPTD 1 orang, dan Kasi/KaSubBid/KaSubBag sebanyak 34 orang,” kata Mia.

Rotasi dan Promosi jabatan itu berdasarkan surat Keputusan Wali Kota Surabaya nomor 821.2/3654/436.8.3/2019 tanggal 12 April 2019, tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi, Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. 

BACA JUGA: Pemkot Tambah Delapan Taman di Surabaya Barat Tahun Ini 

Terdapat pula tiga Kepala Dinas yang dirotasi menjadi Staf Ahli Wali Kota Surabaya.

Joestamadji yang semula menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, kini menjadi Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan.

Begitu juga dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya Suharto Wardoyo, dan Kepala Dinas Perdagangan Arini Pakistyaningsih, yang keduanya kini menjadi staf ahli wali kota.

Joestamadji dan Suharto Wardoyo dicopot Risma pada 9 Februari 2019, sedangkan Arini Pakistyaningsih diputuskan pada 6 April 2018. Jabatan baru untuk ketiganya, ditetapkan berdasarkan Surat Perintah Wali Kota Surabaya Nomor 821.2/3654/436.8.3/2019 tanggal 12 April 2019 .