Risma Berharap Wali Kota selanjutnya Bisa Realisasikan MRT

Khoirotul Lathifiyah

Sabtu, 1 Juni 2019 - 11:58

JATIMNET.COM, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masih berharap banyak kota yang dipimpinnya ini kelak bisa mewujudkan Moda Raya Terpadu (MRT) seperti Trem sebagai moda transportasi massal.

Merasa tidak bisa mewujudkan moda ini di masa kepemimpinannya, Risma menaruh harapan kepada wali kota selanjutnya agar bisa merealisasikan MRT untuk masyarakat Kota Surabaya.

Harapan itu disampaikannya, juga beberapa harapan lainnya di peringatan Hari Jadi Kota Surabaya yang ke-726 Jumat 31 Mei 2019.

BACA JUGA: Pemkot Diminta Gelar Polling Perlunya Transportasi Berbasis Kereta

Risma mengatakan selama ini pemkot menggunakan Suroboyo Bus sebagai solusi pertama transportasi massal. Namun, Suroboyo Bus yang sudah beroperasi, belum termasuk dalam kategori ideal untuk transportasi massal, karena daya tampungannya terbilang sedikit.

"Tapi ini bus mungkin sambil jalan, Walikota berikutnya bisa merealisasikan Trem," kata dia.

Risma berpesan kepada Wali Kota Surabaya selanjutnya agar tidak terlalu mengupayakan pengadaan MRT bawah tanah, karena pengadaannya pasti membutuhkan biaya yang lebih besar. "Jadi trem saja sudah cukup sepertinya," kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan Pemkot Surabaya sebenarnya sudah siap merealisasikan pengadaan moda tranportasi cepat sejak MoU dengan Kementerian Perhubungan pada 2015 lalu.

BACA JUGA: Mengintip Rencana Pemprov Wujudkan LRT di Jatim

"Ya dari segi domain, pemkot sudah siap semua, seperti feeder, halte, park in ride, jalur pedestrian dan stasiun intermoda," kata Irvan saat dihubungi Sabtu 1 Juni 2019.

Selain itu, pemkot juga tengah membangun Stasiun Joyoboyo yang cukup memadai untuk perpindahan penumpang dari feeder atau bus ke transportasi berbasis trem.

Namun, Irvan mengungkapkan pengadaan trem atau MRT ini menjadi kewenangan pemerintah pusat, karena jalur yang akan digunakan bukan hak pemkot. Ada  yang merupakan kewenangan PT KAI.

BACA JUGA: Risma Menyerah Soal Angkutan Massal Trem

"Jadi, untuk rencana kami tetap konsisten, yang domain pemkot akan jalan terus untuk pengadaan dan pembangunannya," katanya.

Beberapa pembangunan untuk mengatasi lalu lintas dan tranportasi di Surabaya, dishub sudah mempunyai second plan. Seperti mengembangkan midle east ring road, menyelesaikan jalur lingkar luar barat (JLLN) dan juga jalur lingkar luar timur (JLLT).

Itu untuk mendukung intermoda yang diupayakan dishub, sehingga nantinya sebisa mungkin pengiriman barang tidak melewati jalur tengah kota, namun melewati jalur pinggir kota. "Agar tidak ada kemacetan di tengah kota," katanya.

Baca Juga

loading...