Suroboyo Bus sebagai Gantinya

Risma Menyerah Soal Angkutan Massal Trem

Baehaqi Almutoif

Senin, 10 undefined 2018 - 23:30

JATIMNET.COM, Surabaya – Proyek penyediaan angkutan massal trem (kereta yang memiliki rel khusus di dalam kota) di Kota Surabaya terancam tidak terealisasi di era kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma yang mulai memperjuangkannya sejak 2010 lalu akhirnya menyerah.

“Sudah tidak bisa. Aku tinggal dua tahun lagi (menjabat). Sedangkan kalau mau dibangun, konstruksinya butuh dua tahun. Jadi nggak mungkin,” ujar Risma saat jumpa pers di ruang kerjanya, Senin 10 Desember 2018.

Risma mengaku di sisa dua tahun jabatannya ini tidak mungkin mulai membangun trem. Karena belum selesai pengerjaannya sudah selesai jabatannya. Belum lagi sistem pendanaan yang belum jelas.

BACA JUGA: Surabaya Kota Terpopuler Dunia, Risma Terima Penghargaan di Guangzhou

Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan oleh Rsima. Terakhir dimasukkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2018 sebesar Rp 3,1 milliar. Tapi DPRD Surabaya mengeprasnya menjadi Rp 400 juta untuk uji kelayakan terhadap transportasi publik yang tepat.

Upaya tersebut menambah rentetan kesulitan pemkot mencari sumber dana pembangunan trem. Meski sempat masuk RPJMN, namun pembiayaan dari pemerintah pusat belum juga turun ke Surabaya. Opsi lain pernah diambil. Sistem tender sempat diambil dengan melibatkan swasta. Sayangnya langkah tersebut gagal karena terkendala kelembagaan.

“Ternyata tidak bisa terealisasikan untuk yang trem. Ya kita pakai bus saja. Suroboyo Bus kita perbanyak,” ujar Risma.

BACA JUGA: Risma Janjikan Gaji Guru Swasta Setara UMK

Memang, Surroboyo Bus menjadi opsi Pemkot Surabaya untuk penyediaan angkutan massal. “Kalau platformnya trem dipastikan nggak bisa, dilihat masa konstruksinya sudah nggak bisa,” katanya lagi.

Kendati demikian, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Surabaya tersebut menyebutkan bahwa, keberadaan trem masih sangat memungkinkan terwujud di Surabaya. Tinggal siapa nanti yang ingin melanjutkan gagasan tersebut. Bisa dari BUMN atau penerusnya.

“Bisa siapa saja nanti yang melanjutkan. Atau yang pas mungkin dilakukan oleh PT KAI,” kata Risma berharap.

Baca Juga

loading...