Selasa, 10 March 2026 10:00 UTC

Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama jajaran Forkopimda saat sidak harga dan stok bahan pokok di Pasar Umum Caruban. Foto: Humas Pemkab Madiun
JATIMNET.COM, Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun berencana merenovasi Pasar Umum Caruban dalam waktu dekat.
Fokus utama dari renovasi itu adalah fasilitas drainase yang banyak dikeluhkan para pedagang saat musim hujan. Air kerap kali meluap dari saluran yang mengakibatkan akses dan los pedagang pasar di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan ini becek.
Dampak lainnya adalah munculnya bau tidak sedap akibat air di drainase yang tersumbat. Kondisi ini memaksa sebagian pedagang menutup grill parit dengan sak bekas.
Selain drainase, bagian atap yang banyak mengalami kebocoran. Dampaknya, akses maupun los pedagang di dalam pasar becek. Kondisi ini mengganggu kenyamanan para pedagang dan pembeli di pasar yang lebih dikenal dengan nama pasar sayur tersebut.
“Kondisi ini memang banyak dikeluhkan pedagang, dan pemerintah daerah bakal segera melakukan renovasi,” ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto, Selasa, 10 Maret 2026.
BACA: Satgas Pangan Polres Madiun Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Bahan Pokok
Menurutnya, perbaikan tersebut bakal dilangsungkan setelah Lebaran. Momentum tersebut dinilai tingkat kunjungan pembeli kembali normal.
“Kalau sekarang sedang ramai-ramainya. Kalau renovasi dilakukan saat ini malah mengganggu jual beli,” katanya.
Untuk mematangkan rencana tersebut, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait masih perlu melakukan kajian lebih lanjut. Hal ini termasuk titik priorotas yang perlu direvitalisasi lebih dulu dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran.
Sementara itu, Widodo, salah seorang pedagang jajanan pasar berharap agar renovasi dapat segera dilakukan. Sebab, selama ini aktivitas jual beli tidak nyaman karena dasar dari lapaknya becek setiap usai hujan turun.
“Kami manut saja. Kalau bisa lebih baik, kami juga ikut senang. Aktivitas bisa lebih nyaman,” ungkap pria tersebut.
