Logo

11 Desa di Ponorogo Berpotensi Kekeringan saat Kemarau Mendatang

Reporter:,Editor:

Jumat, 24 April 2026 10:00 UTC

11 Desa di Ponorogo Berpotensi Kekeringan saat Kemarau Mendatang

Ilustrasi kekeringan. [pixabay]

JATIMNET.COM, Ponorogo – Menjelang musim kemarau tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo memprediksi 11 desa di wilayah tiga kecamatan dilanda kekeringan hingga krisis air bersih.

Di wilayah Kecamatan Slahung, potensi kekeringan terjadi di Desa Duri, Wates, Tugurejo, Senepo, Caluk, dan Slahung. Kemudian, di wilayah Kecamatan Sooko potensi krisis air bersih dipetakan di Desa Suru, Klepu, dan Ngadirojo.

Kemudian, di wilayah Kecamatan Bungkal, kondisi ini diprediksi melanda Desa Belang dan Munggu.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun mengatakan bahwa prediksi itu berdasarkan data permintaan distribusi air bersih pada musim kemarau tahun lalu.

Di tahun ini, ia melanjutkan, permintaan distribusi air bersih diprediksi mulai masuk pada akhir April hingga awal Mei. Sebab, pada periode itu curah hujan diperkirakan mulai menurun hingga maksimal 50 mm per dasarian.

Kemudian, sepanjang musim kemarau mendatang, curah hujan diperkirakan hanya di kisaran 201 hingga 500 milimeter.

Angka itu lebih rendah dibandingkan curah hukan tahun lalu yang masih berada di kisaran 400 milieter. “Maka, musim kemarau tahun ini diperkirakan akan lebih kering,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.

Adapun durasi musim kemarau diprediksi selama enam bulan yang terhitung mulai Mei hingga September/Oktober 2026.

Dengan potensi kemarau panjang dan kekeringan, BPBD Ponorogo mengimbau warga menghemat penggunaan air dan menjaga kelestarian lingkungan. “Yang terpenting adalah kesiapsiagaan sejak dini,” ucap Masun.