Risma Ajak Bonek Jaga Surabaya

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 9 April 2019 - 12:40

JATIMNET.COM, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak warga Surabaya dan Bonek turut serta menjaga keamaanan selama pertandingan Persebaya Vs Arema, Selasa 9 April 2019.

Risma mengaku sejak dirinya menjadi Wali Kota Surabaya tahun 2010 sampai saat ini sudah berkali-kali menangani permusuhan kedua kubu dan sudah memakan banyak korban.

“Ingat, Arema memang selama ini seakan-akan musuh. Tapi ingat semua, bahwa itulah yang dicari di luar negeri sana, ingin kita semua terpecah belah," kata Risma melalui rilis yang diterima Jatimnet.com, Selasa 9 April 2019.

BACA JUGA: Laga Persebaya dan Arema, Bonek Janjikan Koreografi Ciamik

Menurutnya dengan adanya perpecahan akan mempermudah orang asing untuk menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa melalui perekonomian.

Risma mengingatkan kepada Persebaya dan Bonek bahwa pertandingan itu pasti ada yang menang dan ada kalah, sehingga harus siap menghadapi keduanya. Oleh karena itu, ia meminta kepada Bonek untuk tidak emosi apabila nantinya kalah, karena suatu saat nanti pasti akan datang kemenangan yang lebih besar lagi.

"Jadi ayo kita jaga sportivitas bahwa kita bersaudara, tidak perlu dilanjut lagi permusuhan itu karena tidak ada gunanya, coba renungkan apa gunanya,” tegasnya.

BACA JUGA: Aremania Janji Jaga Jatim Tetap Kondusif

Selain itu, ia mengajak kepada warga Surabaya dan juga Bonek untuk terus melanjutkan kehidupan ini dan tidak berhenti di satu titik. Sebab, banyak sekali tujuan kehidupan yang harus digapai supaya bisa melanjutkan kehidupan yang lebih baik ke depannya.

“Surabaya menjadi lebih baik, Surabaya lebih damai dan tentram tidak ada lagi permusuhan,” kata dia.

Risma juga mengajak kepada Bonek untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang ada di GBT, karena yang bangun dan membenahi GBT itu bukan uang wali kota atau pun uang DPRD. Namun, uang yang dipakai adalah uang warga Kota Surabaya.

BACA JUGA: Panpel Persebaya Imbau Suporter Bisa Menahan Diri

Namun perlu diingat, lanjut Risma, yang paling penting itu bukan hanya stadionnya, tapi juga kerukunan yang harus dijaga antar supporter, karena tidak ada gunanya bermusuhan terus.

“Orang tua kita dan saudara serta anak istri masih butuh kalian semua, jadi tidak ada gunanya seolah-olah ini pertempuran penghabisan, saya berharap sekali lagi, ingat masa depan kita masih panjang,” imbuhnya.

Risma berharap pertandingan leg 1 Final Piala Presiden hari ini tidak ada lagi korban dan pertengkaran, terlebih dia sudah menyiapkan pertandingan itu dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga

loading...