Jumat, 16 January 2026 10:00 UTC

KONI Jatim Targetkan Mendapatkan Medali di PON Bela Diri II 2026 di Manado, Jumat, 16 Januari 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – KONI Jawa Timur menerapkan strategi seleksi ketat dalam menentukan atlet yang akan diturunkan pada PON Bela Diri II 2026 di Manado, Sulawesi Utara. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap cabang olahraga bela diri memiliki peluang nyata meraih prestasi.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyampaikan bahwa proses seleksi atlet dilakukan secara terukur dan berbasis prestasi. KONI Jatim hanya akan mengirim atlet yang memiliki rekam jejak kompetisi di level nasional maupun internasional.
KONI Jatim memprioritaskan atlet peraih medali emas dan perak pada PON XXI 2024 Aceh–Sumatra Utara, kejuaraan nasional, serta SEA Games 2025. Pendekatan ini menjadi bagian dari kebijakan efisiensi anggaran yang tetap berorientasi pada pencapaian hasil maksimal.
“Tidak semua nomor akan kami ikuti. Nomor yang tidak memiliki peluang prestasi tentu tidak akan kami kirim. Ini bagian dari efisiensi anggaran dan orientasi prestasi,” tegas Nabil.
BACA: KONI Jatim Kumpulkan Ketua Umum Cabor Bela Diri, Ada Apa?
Selain seleksi atlet, KONI Jatim juga meminta seluruh pimpinan cabang olahraga bela diri melakukan pemetaan kekuatan calon lawan dari provinsi lain. Analisis tersebut digunakan sebagai dasar penyusunan program latihan yang lebih spesifik dan sesuai kebutuhan kompetisi.
Menurut Nabil, waktu persiapan yang lebih panjang memberikan ruang bagi KONI Jatim untuk menyempurnakan sistem rekrutmen atlet serta meningkatkan kualitas latihan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Dengan persiapan yang lebih matang, rekrutmen lebih akurat, dan latihan lebih terstruktur, kami optimistis prestasi PON Bela Diri II 2026 bisa menyamai, bahkan melampaui capaian sebelumnya,” ungkapnya.
Melalui pendekatan selektif dan berbasis data tersebut, KONI Jatim berharap delapan cabang olahraga bela diri dapat memberikan lonjakan prestasi sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan olahraga nasional.
