RI Siap Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia Tahun Depan

David Priyasidharta

Kamis, 2 Mei 2019 - 08:19

JATIMNET.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri fesyen muslim di Tanah Air agar semakin berdaya saing di kancah global. Upaya strategis ini untuk menujukkan kesiapan Indonesia menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia.

“Peluang pasar fesyen muslim di global maupun domestik masih sangat besar. Untuk itu, harus diisi oleh industri fesyen muslim dari dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Pembukaan Pameran Muslim Fashion Festival (Muffest) 2019 di Jakarta, Rabu 1 Mei 2019.

Menurut Airlangga, perkembangan jumlah umat muslim dunia menjadi salah satu pemicu utama yang mendorong pertumbuhan industri fesyen muslim. Pada tahun 2018, jumlah populasi umat Islam mencapai 24 persen dari total penduduk muslim dunia.

Sementara itu, The State Global Islamic Economy melaporkan konsumsi fesyen muslim dunia saat ini mencapai USD 270 miliar, yang diproyeksi terus meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 5 persen sehingga pada tahun 2023 bakal menyentuh hingga USD 361 miliar.

Sedangkan, konsumsi fesyen muslim di Indonesia berada di angka USD 20 miliar dengan laju pertumbuhan 18,2 persen per tahunnya.

BACA JUGA: Burberry Tarik Hoodie "Gantung Diri"

“Satu hal yang membanggakan bagi kita bersama adalah peningkatan prestasi Indonesia di dunia internasional yang sangat signifikan," katanya dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com.

Sesuai data dari The State of Global Islamic Economy Report 2018/2019, Indonesia merupakan runner up negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab.

Airlangga mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa selangkah lagi Indonesia dapat berada pada urutan pertama dan menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia.

“Menyongsong tahun 2020 yang hanya tinggal beberapa bulan lagi, kita harus segera mendeklarasikan bahwa Indonesia siap menjadi pusat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Kemenperin siap mengawal untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Apalagi, industri fesyen muslim yang merupakan bagian dari sektor industri tekstil dan produk tesktil (TPT) memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional.

BACA JUGA: Ikon Fashion Karl Lagerfeld Meninggal

Ekspor produk TPT nasional mencapai USD 13,27 miliar pada tahun 2018 atau tumbuh 5,4 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar USD 12,59 miliar.

“Pasar fesyen muslim terbesar adalah ke negara-negara OKI, yakni mencapai USD 191 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa kita mempunyai potensi untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara OKI,” ujarnya.

Di sisi lain, kinerja industri TPT semakin tumbuh signifikan, dari 3,76 persen pada tahun 2017 menjadi 8,73 persen di tahun 2018.

Airlangga mengapresiasi penyelanggaraan Pameran Muslim Fashion Festival. Selain sebagai ajang promosi beragam produk fesyen muslim nasional, diharapkan juga dapat menjadi akses untuk memperluas pasar internasional.

“Melalui kegiatan ini, tentunya akan mendatangkan buyer potensial, kemudian terjadinya business to business. Apalagi adanya desainer muda dari SMK," katanya.

BACA JUGA: Batik Oren, Busana yang Pas untuk Pria Milenial

Hal ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo terkait pengembangan SDM yang sedang menjadi prioritas, termasuk dalam memacu sektor industri kreatif khususnya fesyen karena masuk dalam Making Indonesia 4.0.

Airlangga melihat bahwa karya cipta anak bangsa sudah punya level yang baik di era digital. Misalnya, produk fesyen, kosmetika, dan perhiasan yang sudah merambah pasar mancanegara.

“Di Asean, kita jadi yang terbaik dan terkreatif. Bahkan, dengan pasar era digital saat ini, membuka IKM untuk punya peluang yang sama dalam menjangkau pasar lebih luas lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Indonesia dinilai punya potensi besar dalam pengembangan industri yang berbasis lifestyle atau gaya hidup, termasuk produsen fesyen, kosmetika, dan perhiasan. “Tiga serangkai ini pertumbuhannya mampu di atas 3 persen,” ungkapnya.

Muffest digelar pada 1-4 Mei 2019 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC). Selain Fashion Show, Muffest 2019 akan menghadirkan exhibition (pameran dagang) ritel atau BZC (Business to Customer) dan mengarah pada B2B (Business to Business), fesyen presentation, talkshow, seminar, serta kompetisi desain fesyen.

Baca Juga

loading...