Realisasi Investasi Kalbar Turun 33,98 Persen

Rochman Arief
Rochman Arief

Sabtu, 9 Maret 2019 - 12:36

JATIMNET.COM, Pontianak – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimtan Barat mencatat realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) periode Januari - Desember 2018 sebesar Rp 13,18 triliun.

“Realisasi tersebut turun 33,98 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 lalu yang mencapai Rp 19,97 triliun,” ujar Kepala DPMPTSP Kalbar Junaidi, Sabtu 9 Maret 2019.

Rincian realisasi investasi selama periode Januari hingga Desember tahun 2018 tersebut, terdiri atas PMDN yakni Rp 6,59 Triliun atau turun 46,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 yang sebesar Rp 12,38 triliun.

BACA JUGA: AP I Investasikan Rp 17 Triliun Bangun Sejumlah Bandara

“Sedangan untuk realisasi dan PMA selama 2018 sebesar Rp 6,59 triliun atau turun 13,46 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2017 yang mencapai Rp 7,59 triliun,” tuturnya

Junaidi menjelaskan penurunan realisasi investasi tahun 2018, antara lain disebabkan faktor implementasi kebijakan. Begitu juga dengan faktor eksternal seperti pengaruh ekonomi global, adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina serta fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap mata uang regional.

“Penyelenggaraan pelayanan perizinan melalui Online Single Submission (OSS) sesuai peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik masih terkendala,” urainya.

BACA JUGA: Target Investasi di Surabaya Mencapai Rp 41,58 trilliun

Terutama bagi pelaku usaha harus beradaptasi dengan aplikasi OSS. Selain itu, juga pemerintah daerah masih menyiapkan infrastruktur pendukung pelayanan melalui OSS tersebut.

Apabila dicermati bahwa pendukung utama dalam realisasi investasi di Kalbar adalah sektor perkebunan kelapa sawit, yang pada kenyataannya telah dilakukan moratorium oleh pemerintah sesuai dengan instruksi presiden ri nomor 8 tahun 2018 tentang penundaan dan evaluasi perizinan perkebunan kelapa sawit serta peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit.

“Proyek-proyek strategis nasional di Kalbar secara bertahap juga sudah mulai dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga tambahan realisasi investasinya tidak terlalu besar pada tahun 2018,” ucapnya. (ant)

Baca Juga

loading...