Logo

Ratusan Uang Kuno Dihibahkan ke Museum Surabaya

Reporter:

Senin, 27 August 2018 14:39 UTC

Ratusan Uang Kuno Dihibahkan ke Museum Surabaya

Walikota Surabaya Tri Rismaharini usai menerima ratusan uang kuno di Museum Surabaya, yang bertempat di Gedung Siola lantai satu, Senin 27 Agustus 2018. Foto Istimewa.

JATIMNET.COM, Surabaya – Museum Surabaya menerima hibah ratusan uang kuno dari komunitas pemerhati sejarah, Surabaya Vintage Community.

Ketua Umum Surabaya Vintage Community Ali Budiono mengatakan uang kuno itu merupakan koleksi pribadi para anggota. Sebagian di antaranya didapat dengan cara barter dengan sesama kolektor benda bersejarah.

Tercatat ada 277 item uang kuno yang dihibahkan ke museum. Bentuknya bermacam-macam, dari uang kertas, koin, dan medali dari masa penjajahan Belanda, Jepang, hingga masa awal kemerdekaan Indonesia. Ali menaksir nilainya mencapai Rp 37 juta.

Menurut dia, ini penyerahan tahap pertama. Nantinya, komunitas kembali menghibahkan koleksi miliknya ke Pemerintah Kota Surabaya. “Nanti ada tahap kedua dan ketiga,” katanya dalam keterangan pers, Senin 27 Agustus 2018.

Uang paling kuno yang kini dihibahkan adalah uang koin tahun 1855 dari masa penjajahan Belanda. Sebenarnya, Ali masih menyimpan koin bertarikh lebih tua, dari tahun 1700, tapi akan diserahkan ke pemerintah pada hibah tahap berikutnya.

Menurut dia, dari sekian banyak uang masa penjajahan Belanda, uang dengan nominal seribu gulden adalah yang tersulit untuk ditemukan. Pada masanya, uang ini hanya dimiliki orang kaya, pejabat tinggi negara, dan keluarga keraton. “Yang paling banyak berupa uang logam, benggol, dan koin,” katanya.

Ia berharap hibah uang kuno itu menambah koleksi Museum Surabaya. Dengan keragaman koleksi, masyarakat bisa mempelajari sejarah.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan Museum Surabaya, yang berdiri sejak tahun 2015 itu, bakal terus menambah koleksi benda bersejarah.

“Awalnya mereka (komunitas) ingin ketemu kita untuk menyumbangkan ini. Makanya kita agendakan. Ini bagian dari terima kasih kami,” katanya usai menerima penyerahan ratusan uang kuno di Museum Surabaya, yang bertempat di Gedung Siola lantai satu.

Ia mengatakan sedang menyiapkan tempat penyimpanan uang kuno itu. Rencananya, tempat itu dilengkapi dengan informasi khusus tentang koleksi yang tersimpan.

Museum Surabaya, menurut dia, juga bakal menambah koleksi berupa suvenir dari berbagai negara. Benda-benda itu didapat dari hibah tamu mancanegara yang ikut festival Surabaya Cross Culture. “Saat ini tidak terlalu (berharga). Tapi mungkin 20 tahun lagi, akan menjadi sesuatu (berharga),” katanya.